MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Puluhan rumah warga Dusun Kebonduren, Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng kembali terendam banjir, Senin (27/1) sore.
Banjir tersebut merupakan dampak luapan sungai hulu dari daerah Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro yang diguyur hujan deras sejak kemarin siang.
Ini bukan kali pertama wilayah tersebut terendam, tahun lalu warga Dusun Kedungduren juga terdampak banjir.
"Mulai naik merendam rumah warga itu sekitar pukul 15.40, ini air kiriman dari daerah Sekar, Bojonegoro, sungai ini hulunya," kata Nur Cahyanto, Kepala Dusun Kedungduren.
Data sementara, sebanyak 51 rumah warga terendam banjir dengan rata-rata ketinggian 1,5 meter.
Sedangkan untuk jumlah kerusakan dan terdampak lainnya masih proses pendataan oleh Pemdes Kenongorejo setempat bersama BPBD Kabupaten Madiun.
"Untuk korban jiwa nihil, ini masih proses pendataan dan evakuasi warga yang terdampak oleh petugas BPBD," ujarnya.
Hingga Senin petang, terpantau debit ketinggian air sudah mulai menyusut.
Meski begitu, puluhan rumah warga tersebut beserta barang-barang tidak bisa terhindar dari ketebalan lumpur.
"Sebagian warga tidak memungkinkan istirahat di rumah sementara waktu, jadi ada yang mengungsi di tempat lebih nyaman," ucapnya.
Meski mulai surut, pemdes setempat tetap mengimbau masyarakat untuk waspada di musim hujan ini.
Terlebih kejadian banjir ini tidak sekali dua kali, namun hampir setiap musim penghujan jika curah hujan di daerah Sekar, Bojonegoro sangat tinggi.
"Setiap tahun langganan banjir memang, apalagi kalau di Sekar hujan deras, di sini terdampak kiriman airnya," tuturnya. (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani