Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pembangunan Jembatan Mojopurno Madiun Hampir Rampung, Ditargetkan Bisa Digunakan Saat Ramadan

Dian Rahayu • Jumat, 31 Januari 2025 | 16:45 WIB
PEMANTAUAN : Rombongan Komisi D DPRD Kabupaten Madiun saat melakukan sidak di lokasi proyek pembangunan Jembatan Mojopurno, Kecamatan Wungu, kemarin (30/1). (DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN)
PEMANTAUAN : Rombongan Komisi D DPRD Kabupaten Madiun saat melakukan sidak di lokasi proyek pembangunan Jembatan Mojopurno, Kecamatan Wungu, kemarin (30/1). (DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN)

MaADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hampir dua bulan proses pembangunan Jembatan Mojopurno, di Kecamatan Wungu berjalan.

Komisi D DPRD Kabupaten Madiun pun mengevaluasi pembangunan jembatan yang direhabilitasi dari anggaran belanja tak terduga (BTT) 2024.

Para wakil rakyat ini terlihat mengecek kualitas bangunan dan estetika penampakan jembatan.

“Sejauh ini kualitas bangunan sudah sesuai dan bagus, hanya kami minta untuk diperhatikan juga keestetikaannya, karena ini jembatan penghubung antar kota dan kabupaten, jadi akses masuk ke wilayah Kabupaten Madiun,” ujar Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Madiun Lely Hardyarini saat melakukan kunjungan ke lokasi proyek, kemarin (30/1).

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Gunawi menjelaskan jika progres pembangunan jembatan yang rusak akibat banjir akhir tahun lalu itu sudah mencapai 83 persen.

Dia juga memastikan progres pembangunan jembatan itu sudah sesuai dengan target kedaruratan yang diharapkan selesai di akhir Februari ini.

“Dilihat dari sisa pengerjaan ini, target kami di minggu ketiga Februari dilakukan pengaspalan, jadi pada awal Ramadan jembatan ini sudah bisa diakses oleh masyarakat umum,” jelasnya.

“Ini juga mengantisipasi saat lebaran nanti tentu tingkat mobilitas kendaraan di jalur menuju wilayah Dungus, Kare dan sekitarnya meningkat karena ini akses vital perekonomian antar kota dan kabupaten,” lanjut Gunawi.

Terkait dengan masukkan anggota legislatif soal estetika jembatan, Gunawi menyebut pemerintah Kabupaten Madiun telah memiliki standar sendiri. Yakni desain simpel, relling sama dengan jembatan yang sudah ada di Kabupaten Madiun.

Tak hanya itu, untuk penampilan jembatan juga tidak terlalu memakan biaya namun masih cukup bagus untuk standar jembatan normal dengan panjang 12 meter.

“Akan disamakan dengan desain jembatan lain agar ada ciri khas Kabupaten Madiun, tidak ikonic karena memang tidak terlalu panjang jembatannya, tapi tetap ada ikon logo Kampung Pesilat khas daerah,” tuturnya. (ryu/aan)

 

Editor : Hengky Ristanto
#Pembangunan Jembatan Mojopurno #Komisi D DPRD Kabupaten Madiun #Jembatan Mojopurno #Jembatan Mojopurno Madiun