MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak sekadar merendam rumah dan merusak infrastruktur, banjir 28 Januari lalu juga merusak area pemakaman umum.
Tepatnya yang berada di Kelurahan Krajan, Mejayan. Akibat terjangan banjir, belasan jenazah hanyut.
Pihak Kelurahan Krajan pun berencana merelokasi sekitar 50 makam ke tempat baru.
Lurah Krajan Fuhham Rosihul Ilmi mengatakan dampak kejadian longsor tersebut, sebanyak 11 makam beserta isinya hanyut terbawa arus Sungai Mejayan.
Tidak hanya itu, puluhan makam lainnya turut mengalami kerusakan berupa ambles hingga terendam endapan lumpur.
“Saat itu banjir dari luapan Sungai Mejayan itu sangat deras sekali dan tinggi hingga makam ini terendam banjir sekitar satu meter,” katanya saat dikonfirmasi Radar Madiun.
Berdasarkan data kelurahan setempat, saat ini ada sekitar 50 makam yang kondisinya rawan longsor karena berada di bibir sungai.
Guna mengantisipasi kejadian serupa, rencananya 50 makam tersebut akan segera direlokasi ke tempat pemakaman umum yang baru.
Sedangkan untuk rencana pembuatan tanggul sungai masih akan dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan DPUPR Kabupaten Madiun.
‘’Masih akan kami koordinasikan juga dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman setempat, dan bermusyawarah dengan para ahli warisnya,” tuturnya.
“Tempat relokasinya memang pemakaman baru karena sebenarnya ini sudah penuh, jaraknya sekitar dua kilometer dari sini,” tandas Ilmi.
Didik Supriyadi, salah seorang ahli waris yang mendatangi pemakaman untuk membersihkan makam keluarganya pun setuju dengan rencana relokasi tersebut.
Menurutnya dengan kondisi makam yang tepat di pinggir sungai, dia juga menaruh khawatir jika kejadian seperti kemarin terulang kembali dan tanah makam bisa tergerus lagi.
“Sebagai ahli waris saya setuju sekali ada relokasi karena tidak menutup kemungkinan bisa terjadi banjir lagi dan makam bisa tergerus lagi,” pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Mizan AhsaniSumber : Radar Madiun