MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Wajah tegang terlihat dari sejumlah peserta Festival Dai Cilik Ramadan 2025 yang mengantre untuk tampil dalam audisi.
Mereka berusaha memberikan penampilan terbaik di hadapan dewan juri.
Sambil menghafalkan materi, para peserta ditenangkan oleh orang tua atau guru yang mendampingi mereka.
Meski grogi, satu per satu peserta maju dengan penampilan yang memukau.
Festival ini menampilkan beragam kreativitas anak-anak dalam menyampaikan materi keagamaan.
Beberapa peserta menyampaikan ceramah dengan menyertakan ayat-ayat Al-Quran, pantun, hingga nyanyian.
Materi disampaikan secara interaktif, menunjukkan kemampuan public speaking yang luar biasa untuk usia mereka.
Salah satu peserta, Aidin Nuha Ahmad Virendra dari MI Al-Islam Mojorejo, Klitik, Wonoasri, menyampaikan materi tentang keutamaan bulan Ramadan.
Ia menjelaskan amalan dan ibadah yang bisa dilakukan selama bulan suci tersebut.
“Rasanya agak grogi, tetapi setelah tampil lega,” ujarnya. Aidin mengaku sedikit kurang puas karena ada satu pantun yang terlupa.
Berbeda dengan Alzaira Mozza Azkaira, siswi kelas 1 SDN Sugihwaras 1 Saradan.
Mozza mengaku tidak merasa grogi sama sekali. Ia sudah terbiasa tampil dalam berbagai perlombaan, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga sekolah.
“Jadi rasanya senang bisa tampil,” tuturnya dengan penuh semangat.
Tidak hanya materi ceramah yang menarik, para peserta juga memikat dewan juri dengan penampilan mereka.
Beberapa peserta menggunakan baju taqwa ala Timur Tengah, sementara yang lain memilih pakaian daerah.
Hal ini menunjukkan keseriusan dan kreativitas mereka dalam mengikuti audisi.
Audisi yang digelar di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Madiun ini akan mengumumkan hasilnya pada 13 Februari 2025.
Para peserta dan pendamping pun menantikan hasil dengan harapan bisa lolos ke tahap berikutnya.
Festival Dai Cilik Ramadan 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk melatih keberanian, kreativitas, dan pemahaman anak tentang nilai keislaman.
Semangat dan antusiasme mereka menjadi bukti bahwa generasi muda siap menjadi dai cilik yang inspiratif. (odi/naz)
Editor : Mizan Ahsani