MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Awal tahun, RSUD Caruban sudah kebanjiran pasien demam.
Sejak Januari lalu terhitung ada 222 kasus pasien demam masuk ke rumah sakit pelat merah tersebut. Penyebabnya beragam.
‘’Ada pasien demam berdarah dengue (DBD), demam dengue atau dengue fever dan chikungunya,’’ ungkap Direktur RSUD Caruban Farid Amirudin.
Kasus terbanyak terjadi di Januari. Jumlahnya mencapai 170 kasus. Sedangkan Februari ini melandai hanya 52 kasus.
Penurunan tren kasus lantaran curah hujan yang mulai berkurang.
Maklum, kasus demam disebebkan oleh nyamuk.
‘’Turunnya curah hujan berpengaruh pada perkembangbiakan nyamuk,’’ tambahnya.
Meski jumlah penderita demam akibat gigitan nyamuk meningkat untungnya tidak sampai terjadi kejadian luar biasa (KLB) di Kabupaten Madiun.
Hingga saat ini belum ada kasus pasien meninggal.
Farid berharap kondisi tersebut tidak sampai terjadi.
Angka kasus pun turun. ‘’Untuk itu perlu gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) agar nyamuk tidak berkembang biak dan menggunakan lotion anti nyamuk,’’ bebernya.
Masyarakat diminta jeli.
Pasien demam hingga lebih dari tiga hari atau panas lebih dari 40 derajat perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.
Perlu pemeriksaan dan perawatan kesehatan intensif.
Telatnya penanganan bisa berakibat hingga meninggal dunia. ‘’’Kalau terlambat kasihan,’’ tuturnya. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani