MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tidur Karti, 60, tak pernah benar-benar nyenyak selama tiga pekan terakhir.
Bukan tanpa alasan, setiap malam, warga Desa/Kecamatan Wonoasri itu selalu dihantui kemunculan ular kobra Jawa di dalam rumahnya.
Bahkan, hewan berbisa itu beberapa kali ditemukan di dekat bantal tempat tidurnya.
“Pertama kali saya sadar ada ular saat tidur. Pas bangun, tiba-tiba di samping bantal ada kobra kecil. Keesokan harinya, saya bersihkan kasur, ketemu ular lagi. Terus begitu tiap hari, bahkan pernah sehari tiga ekor,” ungkapnya.
Tak ingin terus dihantui ketakutan, anak Karti akhirnya meminta bantuan relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun dan warga setempat.
Mereka langsung menyisir rumah tersebut untuk memastikan keberadaan sarang ular. Hasilnya mengejutkan!
Dua hari pencarian, tim menemukan sarang kobra Jawa di gudang belakang rumah.
Lokasi itu sudah lama tak digunakan dan lantainya berlubang, diduga bekas sarang tikus. Saat dibongkar, ditemukan 50 ekor anak kobra, dua indukan, dan 105 butir telur.
“Dua indukan panjangnya sekitar satu meter, sedangkan anak-anak kobra berukuran sekitar 10 sentimeter,” jelas Aditsya Basundara Fito Mangopa, anggota relawan BPBD Kabupaten Madiun.
Menurut Fito, keberadaan sarang kobra di rumah warga seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. Namun, jumlahnya kali ini paling banyak dibanding temuan sebelumnya di Madiun.
“Musim penghujan memang waktunya telur kobra menetas. Ini sudah ketiga kalinya kami menemukan sarang kobra di Kabupaten Madiun, dan yang di Wonoasri ini jumlahnya paling banyak,” tambahnya.
Setelah proses evakuasi selesai, relawan kembali menyisir area rumah Karti untuk memastikan sudah aman dari ancaman kobra.
Puluhan ular beserta telurnya kini diamankan di markas relawan BPBD. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto