MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Kabupaten Madiun memiliki putra daerah yang piawai sebagai luthier (perajin gitar) profesional.
Jujuk Joko Sulistyo, warga Desa Tempursari, Kecamatan Wungu yang sudah menjadi luthier selama belasan tahun.
Bahkan pelanggannya pun dari para musisi ternama daerah hingga nasional dan sering juga dipesan konsumen dari luar negeri.
Saat ditemui, warga Desa Tempursari, Kecamatan Wungu, itu dengan luwes menggerakkan balok mengikuti pola yang sudah dibuat dipermukaan balok.
“Ini proses pembentukan body gitar, setelah itu dilakukan pengecatan,” ujar laki-laki berusia 43 tahun itu.
“Setelah itu lalu ke tahap assembling, finishing dan terakhir tuning,” lanjutnya.
Sudah 15 tahun Jujuk menjadi seorang Luthier atau perajin gitar profesional. Tepatnya saat masih berdomisili di Gresik.
Kemudian pada 2018, Jujuk memutuskan kembali ke kampung halaman dan mencoba membesarkan namanya di daerah sendiri.
“Sebelumnya ikut grup musik, lalu berhenti dan bekerja di pabrik. Kecintaan saya pada musik masih ada. Saya putuskan keluar pabrik menjadi luthier sampai sekarang,” ceritanya.
Benar saja, usai belasan tahun menjadi luthier, kini pelanggan Jujuk tidak hanya musisi dari dalam dan luar daerah namun hingga mancanegara.
Seperti Malaysia, Singapore, hingga Taiwan.
“Produknya beragam. Ada gitar, bass dengan tipe regular, prestige maupun custom. Tapi mayoritas musisi yang kesini mintanya custom sesuai keinginan dan kebutuhan,” terangnya.
Dia menggunakan kayu mahoni, jabon, atau sungkai untuk bahan bakunya.
Adapun dalam proses pembuatannya, satu gitar membutuhkan waktu berkisar 1 bulan hingga 1,5 bulan tergantung kerumitan model gitar.
“Karena hanya dibantu satu orang pegawai jadi cukup memakan waktu, apalagi jika part gitar ada yang belum siap jadi perlu waktu lebih lama lagi,” jelasnya.
Jujuk juga melayani service alat musik hingga jual beli alat musik jika ada yang menawarkan.
Untuk satu buah gitar, biasanya dibanderol harga dari Rp 3,5 juta sampai paling tinggi yang pernah dibuat di harga Rp 12 juta.
“Untuk satu bulan bisa produksi rata-rata 8 gitar atau bass dengan aneka model,” tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani