MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tim Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menemukan spesies baru cecak jari lengkung (genus Cyrtodactylus) di Jawa Timur.
Menariknya, spesies ini diberi nama Cyrtodactylus pecelmadiun.
Sesuai namanya, cecak ini terinspirasi dari kuliner khas daerah setempat, yakni pecel Madiun.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Awal Riyanto, menjelaskan bahwa nama ini dipilih sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kuliner Nusantara melalui dunia sains.
"Para peneliti ingin mengenalkan ragam kuliner Nusantara melalui dunia sains, sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya dalam deskripsi C. papeda dari Pulau Obi dan C. tehetehe dari Kepulauan Derawan," ujar Awal Riyanto dalam keterangannya, Selasa (11/3).
Penemuan Cyrtodactylus pecelmadiun terjadi di lingkungan urban, seperti tanggul jembatan, tumpukan genteng, dan kebun di sekitar permukiman desa di wilayah Maospati dan Mojokerto.
"Spesies ini ditemukan tidak lebih dari 40 sentimeter di atas permukaan tanah di berbagai lingkungan yang dekat dengan aktivitas manusia," jelas Awal.
Morfologi dan Hubungan Genetik dengan Spesies Lain
Secara morfologi, Cyrtodactylus pecelmadiun memiliki warna dasar coklat kehitaman. Cecak jantan dewasa memiliki panjang tubuh hingga 67,2 milimeter, sedangkan betina lebih kecil, sekitar 59,0 milimeter.
Spesies ini juga memiliki 18–20 baris tuberkular dorsal, 26–28 baris tuberkular antara ketiak dan selangkangan, serta 28–34 baris sisik perut.
Studi filogenetik menunjukkan bahwa C. pecelmadiun memiliki kekerabatan dekat dengan Cyrtodactylus petani, dengan jarak genetik 0,1–1,6 persen.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Zootaxa edisi 16 Januari 2025.
"Penemuan ini semakin mendorong eksplorasi lebih lanjut untuk mengungkap keragaman tersembunyi dari Cyrtodactylus di Jawa, mengingat masih banyak spesies yang belum teridentifikasi secara menyeluruh," tambah Awal.
Kuliner Khas Jadi Inspirasi Nama Spesies Baru
Penamaan spesies cecak dengan unsur kuliner lokal bukan kali pertama dilakukan.
Sebelumnya, para peneliti juga telah memberi nama Cyrtodactylus papeda, terinspirasi dari makanan khas Maluku, serta Cyrtodactylus tehetehe yang merujuk pada kuliner di Kepulauan Derawan.
Dengan adanya Cyrtodactylus pecelmadiun, spesies ini menjadi tambahan unik dalam daftar fauna yang dinamai berdasarkan makanan khas daerah di Indonesia.
Penemuan ini juga menambah daftar panjang spesies Cyrtodactylus yang telah ditemukan di Jawa, seperti Cyrtodactylus semiadii (2014), Cyrtodactylus petani (2015), Cyrtodactylus belanegara (2024), dan beberapa lainnya yang telah dikonfirmasi melalui penelitian mendalam. (ota)
Editor : Mizan Ahsani