MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun pastikan akan memperbaiki dua jembatan yang rusak akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.
Kedua jembatan tersebut adalah Jembatan Josaren yang berada di Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan dan Jembatan Ngale, Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng.
Kedua jembatan itu diketahui telah masuk inventaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat, setelah masing-masing desa melayangkan laporan ke pemkab.
Pihak DPUPR pun melakukan kajian awal, dua jembatan tersebut siap direhab dengan sumber dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2025.
“Jembatan Ngale dan Josaren sudah masuk untuk pembahasan penggunaan BTT kabupaten, sudah dibahas lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah) saat rapat bersama Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi," ujar Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Madiun Anang Tri Cahyono dikonfirmasi, kemarin (14/3).
Berdasarkan penghitungan sementara, Jembatan Ngale membutuhkan anggaran Rp 600 juta karena sifarnya hanya rehabilitasi dan masuk kategori kritis.
Beda dengan Jembatan Josaren yang masuk kategori runtuh. Pihaknya akan melakukan penanganan dengan pembangunan jembatan baru dan membutuhkan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar.
“Itu baru penghitungan sementara, kalau secara detil belum. Karena teknis penganggaran menggunakan BTT seperti Jembatan Mojopurno," jelasnya.
Anang belum bisa memastikan kapan kedua jembatan tersebut mulai dibangun.
Rencananya wabup akan melakukan peninjauan langsung ke dua lokasi jembatan untuk mengetahui secara pasti kondisinya.
“Kalau pembangunan kapan belum tahu, baru dilakukan pembahasan awal melalui rapat Senin (10/3) lalu," tuntasnya. (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani