MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Hari ini (28/3) diperkirakan akan menjadi puncak arus mudik di wilayah Kabupaten Madiun.
Sejumlah titik rawan kepadatan kendaraan pun telah diantisipasi.
Salah satunya dengan melakukan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kepadatan kendaraan di simpang empat Dumpil hingga perbatasan Kabupaten Madiun dan Kota Madiun.
Kasatlantas Polres Madiun AKP Andrian Permana menjelaskan perkiraan puncak arus mudik mulai terjadi 27-29 Maret.
Sedangkan puncak arus silaturahmi diprediksi terjadi pada hari pertama hingga H+2 Idul Fitri.
“Jika ada kepadatan sudah kami siagakan anggota, memang tidak ada rambu tapi anggota kami akan langsung mengarahkan ke jalur alternatif jika sudah terjadi kepadatan kendaraan di simpang empat Dumpil,” ujarnya.
Dia menjelaskan skema rekayasa lalu lintas arah Madiun–Surabaya.
Jika terjadi antrean panjang di Gerbang Tol Madiun yang berdampak jalur arteri mengalami kepadatan kendaraan, maka kendaraan dari arah Kota Madiun diarahkan belok kiri ke Jalan Gajah Soreng Pati.
“Lalu belok kiri ke Jalan Desa Tiron kemudian ke Dusun Candi, Desa Bagi lalu belok kanan ke simpang empat Dumpil,” terangnya.
Jika terjadi antrean panjang di pintu in-out Tol Dumpil, maka dari arah Balerejo-Tol Dumpil yang menyebabkan jalur arteri mengalami kepadatan kendaraan.
Maka kendaraan dari arah Surabaya samping Puskesmas Balerejo akan diarahkan belok kiri ke jalan Desa Kebonagung menuju Desa Dimong.
“Kendaraan bisa lurus ke arah Stasiun Babadan dan keluar di simpang empat Desa Dimong lalu belok kanan ke arah Kota Madiun,” katanya.
“Pun di titik rawan kepadatan lain juga sudah kami antisipasi dengan adanya anggota yang akan sigap melangkah jika terjadi kepadatan arus lalu lintas,” imbuh Andrian. (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani