MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan umat muslim dari berbagai daerah berkumpul di Masjid Al Basyariyah, Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kamis dini hari (27/3).
Mereka berbondong-bondong datang untuk menunaikan ibadah Salat Lail di momen Lailatul Qodar menuju penghujung Ramadan.
Nampak suasana hening dan penuh kekhusyukan begitu imam masjid bersiap memulai ibadah.
Agar semakin terjaga kekhidmatan para jemaah, pengurus masjid dan warga sekitar sengaja mematikan seluruh lampu di area masjid.
“Jemaah yang mengikuti Salat Lail tahun ini sekitar lima ribu, berasal dari berbagai daerah,” kata Ketua Takmir Masjid Al Basyariyah Ahmad Yani.
Menurutnya, ribuan jemaah itu berasal dari Ponorogo, Magetan, Ngawi, bahkan ada dari Jombang dan Nganjuk.
Mereka sengaja datang jauh-jauh ke Dagangan, Kabupaten Madiun untuk merasakan langsung keistimewaan beribadah Salat Lail di Masjid Sewulan tersebut.
“Kami setiap tahun pasti mengadakan ibadah ini sejak 11 tahun lalu,” ujarnya.
Meski sejumlah masjid lain juga menyelenggarakan ibadah serupa pada malam Lailatul Qodar, penyelengggaran di Masjid Al Basyariyah ini berbeda lantaran memiliki khas.
“Salat Lail dimulai pukul 00.30 WIB hingga menjelang sahur. Setelah itu, kami menyediakan hidangan sahur bersama untuk para jemaah,” jelasnya.
Dia menambahkan, rangkaian ibadah malam tersebut meliputi Salat Litholabi Lailatil Qodri, Salat Tasbih, Salat Taubat, dan Salat Hajat.
“Banyak jemaah yang datang berombongan. Karena itu, mereka yang tidak kebagian tempat di dalam masjid terpaksa salat di halaman, jalan desa, hingga teras rumah warga, bahkan membentang hingga 75 meter,” imbuhnya.
Imam Masjid Al Basyariyah Afif Nizam menuturkan bahwa jumlah jemaah cenderung meningkat menjelang akhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Dia juga mengaku malam tersebut menjadi kali pertama dirinya memimpin Salat Lail di hadapan ribuan jemaah.
“Banyak yang mengetahui adanya Salat Lail ini dari cerita sesama jemaah. Semakin dekat dengan malam Lailatul Qadar, semakin banyak yang datang,” katanya.
“Mayoritas jemaah datang dengan harapan doa dan hajat mereka dikabulkan. Mereka berdoa untuk kebahagiaan dunia dan akhirat, serta diterimanya ibadah puasa mereka oleh Allah SWT,” pungkas Afif. (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani