MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pengelola Rumah Coklat Bodag di Kecamatan Kare gundah. Kunjungan wisata di lokasi tersebut sedang lesu.
Saat momen libur lebaran lalu tidak lebih dari 125 pengunjung datang plesiran ke wisata pengolahan kakao kering andalan Bumi Kampung Pesilat tersebut.
Susut dibandingkan momen yang yang sama tahun sebelumnya.
‘’Ada penurunan sekitar 30 persen dari kunjungan libur lebaran lalu,’’ ungkap Sugito, Pengelola Rumah Coklat Bodag di Desa Bodag, Kecamatan Kare tersebut.
Menurutnya merosotnya kunjungan disebabkan turunnya daya beli dan minat mudik masyarakat.
Ditandai dengan naiknya sejumlah harga komoditas dan banyaknya kerabat dan tetangga yang urung balik kampung halaman tahun ini.
Selebihnya, hanya akses yang lebih jauh dan kondisi jalan yang belum sepenuhnya mulus. ‘’Lokasi kami kan ada di ujung, sedangkan di bawah banyak wisata-wisata kuliner lainnya,’’ tambahnya.
Sugito menyebut Rumah Coklat Bodag mulai buka H+3 lebaran lalu. Hingga kemarin kunjungan wisata terus berdatangan.
Di samping warga Madiun Raya, ada yang dari wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, Jogjakarta, hingga Kalimantan.
Sebagian besar pengunjung pelanggan yang membawa saudara atau kerabatnya.
Mereka kepincut menikmati coklat hangat dan sejumlah varian rasa coklat yang dimiliki. Berikut, makanan berat seperti ayam panggang, gurami, sop iga, hingga garang asem.
‘’Mereka juga beli coklat batang dengan beragam varian ukuran dan rasa juga bubuk coklat sebagai oleh-oleh,’’ tuturnya. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani