Jawa Pos Radar Madiun – Beberapa SD Negeri di Kabupaten Madiun mengajukan penambahan rombel (rombongan belajar) dan daya tampung untuk tahun ajaran 2025.
Sejumlah sekolah ini berharap agar pagu di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 bisa bertambah untuk mengakomodasi kebutuhan siswa yang terus meningkat.
Sekretaris Dikbud Kabupaten Madiun, Mochamad Hasan, mengatakan bahwa pengajuan penambahan rombel dan daya tampung ini diperbolehkan jika kondisi wilayah dan jumlah pendaftar memang membutuhkan hal tersebut.
“Jika jarak antar sekolah cukup jauh dan jumlah pendaftar lebih banyak dari kapasitas rombel yang ada, penambahan rombel dan daya tampung bisa dilakukan,” jelas Hasan pada Sabtu (26/4).
Ada enam sekolah yang mengajukan permintaan penambahan rombel dan daya tampung.
Sekolah-sekolah tersebut adalah SDN Sukosari 2 di Dagangan, SDN Suluk 1 dan SDN Bangunsari 1 di Dolopo, SDN Purworejo 1 di Geger, SDN Tawangrejo 4 di Gemarang, dan SDN Ngampel 1 di Mejayan.
Rata-rata, sekolah-sekolah ini mengajukan penambahan dua rombel.
Namun, untuk SDN Ngampel 1 di Mejayan, karena ruang kelasnya sudah tidak mencukupi untuk penambahan rombel dalam tiga tahun ke depan, pengajuan ini tidak disetujui.
Sebagai alternatif, SDN Ngampel 1 mengusulkan untuk penambahan daya tampung menjadi 32 siswa per kelas, mengingat jarak ke sekolah terdekat cukup jauh bagi para calon siswa.
Hasan menambahkan bahwa pengajuan ini masih dalam proses di Badan Penyelenggara Pendidikan (BPP) Jawa Timur.
Dikbud Kabupaten Madiun telah mengirimkan analisis terkait ketersediaan ruang kelas, tenaga pendidik, dan animo masyarakat yang meningkat.
Meskipun begitu, keputusan akhir masih menunggu persetujuan dari BPP Jatim.
“Penambahan rombel harus dapat bertahan konsisten selama tiga tahun berturut-turut. Harapannya, pengajuan ini segera disetujui agar pendidikan di Kabupaten Madiun dapat terus berjalan optimal,” tambah Hasan. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto