Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jelang Mayday, Bupati Madiun Hari Wuryanto Janji Kawal Aspirasi Buruh dan Pengusaha

Loditya Fernandes • Selasa, 29 April 2025 | 16:50 WIB
Bupati Madiun serap aspirasi buruh dan pengusaha dalam silaturahmi tripartit, Minggu (28/4) malam. FOTO: LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN
Bupati Madiun serap aspirasi buruh dan pengusaha dalam silaturahmi tripartit, Minggu (28/4) malam. FOTO: LODITYA FERNANDES/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun terus mengupayakan iklim investasi yang sehat.

Menjelang Hari Buruh Internasional atau Mayday, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) menggelar silaturahmi dan dialog Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit di Rumah Makan Kampung Sawah, Balerejo, Minggu malam (27/4).

"Dalam menghadapi hari buruh, kami ingin menciptakan kondisi Kabupaten Madiun yang kondusif," ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto, yang akrab disapa Mas Hari Wur.

LKS Tripartit merupakan wadah kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh. Dalam kesempatan itu, pemkab diwakili langsung oleh Mas Hari Wur.

Dari kalangan pengusaha hadir Apindo, Perbarindo, PT Inka Multi Solusi (IMS), PT Global Ways Indonesia, dan lainnya.

Sementara dari serikat buruh hadir perwakilan Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR), SB BUN PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Pagotan, serta SBTP FSBI PT Global Ways Indonesia.

"Hubungan tripartit ini harus dijaga dan diperkuat agar permasalahan yang ada bisa diselesaikan secara kolaboratif," tegas Mas Hari Wur.

Dalam dialog tersebut, pemkab diminta untuk membantu penyelesaian sejumlah persoalan.

Di antaranya, penyelesaian hak upah 395 eks karyawan PT Karya Mitra Budi Sentosa (KMBS) yang terdampak pailit sejak tiga tahun lalu.

Kemudian, ketersediaan lahan perkebunan tebu, hingga peningkatan sosialisasi aturan ketenagakerjaan.

"Mudah-mudahan kami bisa membantu menyelesaikan," harap Mas Hari Wur.

Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Imam Nurwedi, menyebut kegiatan silaturahmi ini bertujuan untuk mengakses langsung berbagai persoalan buruh dan pengusaha agar bisa disampaikan ke bupati.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai upaya memastikan peringatan Mayday berlangsung damai dan menjaga kondusivitas daerah.

"Supaya investasi yang masuk ke Kabupaten Madiun tidak terhambat kekhawatiran. Agenda seperti ini sesuai arahan bupati akan digelar berkala, minimal empat kali setahun," tandas Imam. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#Tripartit #Bupati Madiun #Pemkab Madiun #madiun #mayday #hari wuryanto #hari buruh internasional