Jawa Pos Radar Madiun - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dikembangkan Pemkab Madiun.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyambut positif pelaksanaan dapur MBG perdana di wilayahnya.
Menurutnya, program ini bukan hanya soal gizi, tapi juga strategi memutus rantai kemiskinan secara langsung.
“Kalau kata Bu Nanik, ini jalan tol untuk pengentasan kemiskinan,” ujar Mas Hari, sapaan akrabnya, saat meninjau dapur MBG di wilayah Kecamatan Kebonsari.
Saat ini, Kabupaten Madiun memiliki sekitar 92 ribu penerima manfaat program MBG.
Mereka terdiri dari siswa PAUD hingga SMA/MA, santri pondok pesantren, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Untuk melayani jumlah itu, dibutuhkan sedikitnya 36 dapur MBG. Namun, hingga kini baru enam dapur yang berdiri.
“Masih kurang 30 dapur lagi. Lokasi-lokasi tambahan sedang kami petakan bersama TNI dan Polri agar segera siap operasional dalam waktu dekat,” terang Mas Hari.
Menurutnya, dampak program MBG sangat luas. Tak hanya memperbaiki gizi, tapi juga menggerakkan roda ekonomi di desa.
“Karena semua dilibatkan, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku UMKM. Ini memberi efek ekonomi yang nyata,” pungkasnya.
Editor : Hengky Ristanto