Jawa Pos Radar Madiun – Aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Madiun dituntut lebih aktif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Hal itu sejalan dengan arahan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof Zudan Arif Fakrulloh yang mendorong penerapan manajemen talenta di seluruh instansi pemerintah.
“ASN bertugas mewujudkan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, serta mendukung visi misi kepala daerah,” ujarnya saat sosialisasi manajemen talenta di Pendopo Ronggo Djumeno, beberapa waktu lalu.
Zudan menjelaskan, jika diringkas, seluruh program pemerintah pusat dan daerah berujung pada dua hal pokok.
Di antaranya, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik yang berkualitas.
“Manajemen talenta adalah alat untuk mencapainya. Pilih kader terbaik dan jalankan sistem yang terukur. Kabupaten Madiun kami dorong jadi lembaga ke-46 di Indonesia yang menerapkannya,” tegasnya.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengaku siap menjalankan sistem tersebut.
Salah satu bentuk konkretnya adalah penerapan sistem kerja ASN berbasis work from anywhere (WFA).
Dengan sistem ini, ASN dituntut sigap melayani masyarakat kapan saja dan di mana saja.
“ASN harus bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, dan 365 hari setahun. Di manapun berada, tetap mengabdi untuk masyarakat,” tegas bupati yang akrab disapa Mas Hari Wur.
Ia memastikan penerapan manajemen talenta segera berjalan di semua OPD.
“Insya Allah Pemkab Madiun akan menjadi lembaga ke-46 yang menjalankan sistem ini sesuai arahan BKN. Mohon dukungan semua pihak,” tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto