Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cerita Youtuber Gaming dari Ngampel Madiun: Bermula dari Talent Streaming Warnet, Kini Subscribernya 122 Ribu

Loditya Fernandes • Sabtu, 24 Mei 2025 | 02:40 WIB
KONDANG: Satria Yudha Gumelar saat live streaming non-stop dan berinteraksi dengan subscribernya.
KONDANG: Satria Yudha Gumelar saat live streaming non-stop dan berinteraksi dengan subscribernya.

Jawa Pos Radar Madiun - Satria Yudha Gumelar merupakan youtuber gaming kondang asal Kabupaten Madiun.

Mantan talent streaming game di warnet itu kini punya 122 ribu subscriber.

Pernah tinggalkan kesempatan jadi pegawai negeri sipil, yakinkan orang tua, hingga subhaton atau live streaming non-stop ala Reza Arab selama tiga minggu.

Monitor komputer Satria Yudha Gumelar masih menyala. Game yang dimainkan pun masih berjalan.

Subscribernya aktif mengirimkan pesan di kolom komentar layanan live streming-nya.

Namun, Satria yang saat itu sedang subhaton atau live streaming game non-stop justru ketiduran.

‘’Tahu-tahu, bangun kalah match. Itu sampai beberapa match,’’ kenang pemilik Channel YouTube Gaming Sasaki itu.

Live streaming non-stop ala Reza Arap itu sudah kerap dilakoni Satria.

Diawali saat ada subsciber channelnya yang menantang subhaton selama lima hari full dengan donasi Rp 1 juta.

Hingga akhirnya kebiasaan itu berlangsung sampai sekarang. Sampai-sampai pernah dijalankan hingga tiga minggu. ‘’Jadi rekor subathon terlama,’’ imbuhnya.

Kisah pemuda asal Bumi Kampung Pesilat ini menjadi youtuber gaming itu dimulai pada 2019 lalu.

Satria yang hobi main game ditawari menjadi talent streaming di warnet langganannya.

Baca Juga: Polisi Ungkap Kronologi Kematian Siswa di Ponorogo Meninggal saat Latihan Pencak Silat, Delapan Saksi Diperiksa

Satria yang kala itu baru lulus DIII jurusan keperawatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) dan menganggur mengiyakan.

Saban hari Satria live streaming game DOTA 2 di aplikasi Tamago. ‘’Saat itu alat streaming masih pinjam warnet,’’ bebernya.

Dari aplikasi, Satria dibayar sekitar Rp 1 juta setiap bulan.

70 persen untuknya sebagai talent dan 30 persen untuk warnet.

Mulai saat itu pemuda asal Ngampel, Kecamatan Mejayan itu mengenal lebih dalam mengenai streaming. Alat apa saja yang dibutuhkan.

‘’Saya sekalian bikin channel YouTube karena aplikasi yang dipakai untuk merekam sama,’’ tambahnya.

Satria yang mulai keranjingan menjadi streamer pun rela melepas tes CPNS di Surabaya yang harus diikutinya.

Bungsu dua bersaudara itu justru meminta PC game seharga Rp 5 juta kepada orang tuanya. Permintaan tersebut jelas ditolak.

Bermodalkan akun game Captain Tsubasa Dream Team (CTDT) yang bisa dijual Rp 400 ribu, Satria terus menyakinkan orang tuanya.

Komputer yang dibelikan untuk main game bisa menghasilkan uang.

‘’Habis itu akhirnya dibelikan,’’ tuturnya.

Saat itu Satria fokus farming game online. Akun YouTube masih prioritas kedua lantaran kalah cuan. Bagaimana tidak? Hasilnya sudah melebihi UMR Kabupaten Madiun.

Tepat saat game One Piece Bounty Rush yang direkomendasikan viewernya anniversary, penonton channelnya mulai meningkat.

‘’Yang semula stagnan 10 ribu naik hingga 20 ribuan.

‘’Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti farm house dan fokus ke YouTube,’’ bebernya.

Puncaknya saat Gear 5 Luffy viral diinternet. Subscribernya tembus 100 ribu. Saat populer konten sultan, Satria pun tidak ketinggalan.

Sekali ­top-up habis hingga Rp 8 jutaan. Termasuk ikut-ikutan menggelar subhaton. Kini subscriber-nya menyentuh 122 ribu.

Penghasilan terbilang lumayan. Tergantung jumlah viewers dan subscriber. ‘’Yang jelas, alhamdulillah dari straming kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi,’’ jelasnya. (odi/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#Subscriber #YouTuber #Reza Arap #live streaming #madiun #game online #Game #gaming