Jawa Pos Radar Madiun – Masa pendaftaran sistem penerimaan peserta didik baru (SPMB) jenjang SD dan SMP negeri di Kabupaten Madiun resmi berakhir, Rabu (25/6).
Hasil sementara menunjukkan ketimpangan sebaran pendaftar.
Dari 405 SD negeri, hanya delapan sekolah yang memenuhi pagu.
Sementara 397 lainnya kekurangan murid.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Mochammad Hasan menyebut, sebanyak 32 SD bahkan hanya memiliki kurang dari lima pendaftar.
“Pendaftaran SD sudah ditutup 20 Juni lalu. Sebagian besar masih kekurangan siswa baru,” ungkapnya, Kamis (26/6).
Untuk jenjang SMP, dari 51 sekolah negeri, baru enam yang dinyatakan memenuhi pagu.
Sementara 45 sekolah lainnya masih kekurangan siswa meski proses seleksi jalur prestasi telah berjalan.
Enam SMP yang kelebihan pendaftar yakni SMPN 1 Dolopo (lebih 12 orang), SMPN 2 Mejayan (lebih 4 orang), SMPN 1 Mejayan (lebih 68 orang).
Lalu, SMPN 1 Balerejo (lebih 19 orang), SMPN 2 Dagangan (lebih 9 orang), dan SMPN 4 Saradan (lebih 2 orang).
“Masih dalam tahap verifikasi dan validasi (verval) jalur prestasi. Pengumuman kami jadwalkan 28 Juni,” terang Hasan.
Proses verval mencakup nilai rapor kelas 1–5 serta prestasi akademik tingkat kota hingga nasional, dengan kuota minimal 25 persen dari pagu.
Bagi sekolah yang sudah penuh, Hasan menegaskan tidak boleh menerima siswa tambahan.
Sebaliknya, sekolah yang masih kosong diminta aktif menjaring calon siswa dengan cara berkoordinasi dengan lembaga sekitar.
“Sesuai Perbup Pedoman SPMB 2025/2026, siswa yang sudah diterima lewat satu jalur tidak bisa daftar di jalur lainnya,” tegasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto