Jawa Pos Radar Madiun – SMKN 1 Wonoasri atau SMK Pink tak hanya fokus pada keahlian teknis, tetapi juga pembentukan karakter.
Sekolah ini membekali siswa dengan soft skill melalui berbagai ekstrakurikuler.
“Kami ingin siswa hebat secara teknis dan punya sikap kerja baik,” kata Kepala SMKN 1 Wonoasri Wiwik Wiyati.
Banyak ekstrakurikuler yang menjadi wadah pembentukan karakter di SMK Pink.
Mulai dari pramuka, PMR, english club, teater, tari, karawitan, PIK Remaja, hingga marching band.
Semuanya dilatih dengan pendekatan disiplin, tanggung jawab, dan kerja tim yang konsisten.
Sarana lengkap serta pembimbing berkompeten dihadirkan. Sejumlah kegiatan bahkan menggandeng pelatih eksternal untuk pembinaan ketarunaan.
Hasilnya mulai terlihat. Marching band Gema Taruna Nada SMKN 1 Wonoasri meraih juara umum di Kapolres Cup.
“Saya ikut menyaksikan proses latihan mereka. Kemenangan itu hasil dari semangat juang yang luar biasa,” tuturnya.
Penguatan soft skill tidak membuat SMK Pink melupakan sisi akademik dan vokasi.
Dengan fasilitas praktik lengkap dan budaya industri yang ditanam sejak kelas X, siswa dibiasakan menghadapi tantangan dunia kerja.
“Hard skill itu performa, tapi soft skill yang akan membuat mereka bertahan dan dipercaya di dunia kerja dan keduanya harus seimbang,” jelasnya.
Budaya kerja nyata diterapkan di sekolah. Kedisiplinan waktu, komunikasi profesional, hingga etos kerja dijalankan harian.
Buktinya, sekitar 50 persen siswa kelas XII sudah diterima bekerja bahkan sebelum lulus tahun ini.
“Hasil nyata dari pendidikan berbasis industri yang kami terapkan,” ujarnya. (*)
Editor : Hengky Ristanto