Jawa Pos Radar Madiun – Kabupaten Madiun kembali menggelar hajatan budaya akbar bertajuk SEPASMA 2025 (Sepasar Ing Madiun), sebagai bagian dari promosi wisata lokal dan pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat.
Digelar selama hampir sebulan penuh, mulai 2 hingga 27 Juli 2025, festival ini tersebar di tiga zona utama: Selatan (Dolopo), Tengah (Wungu), dan Utara (Caruban).
Dengan mengusung semangat pelestarian budaya dan pemberdayaan UMKM, SEPASMA tahun ini menyuguhkan kombinasi seni tradisional, modern, parade reog, bazar, hingga fashion show bertaraf regional.
Setiap zona memiliki rangkaian acara khas yang dikemas menarik, mengundang antusias warga dari berbagai kalangan.
Di zona Selatan (Lapangan Bangunsari, Dolopo), perhelatan dimulai 2 Juli dengan pembukaan bertema “Tour de Sepasar Kampung Pesilat” bersama Savana Jos.
Kemeriahan berlanjut dengan penampilan Reog “Senopati Pjoyo Menggolo” (3 Juli), Parade Gembhung, band lokal, hingga Shalawatan “Parade Seribu Rebanas” pada 6 Juli.
Penampilan istimewa Orkes Jadul “Om Dhelima” juga jadi magnet tersendiri.
Sementara di zona Tengah (Lapangan Mojopurno, Wungu), SEPASMA dibuka 10 Juli lewat tema “Pesona Selingkar Wilis” dengan suguhan kolaborasi seni lintas genre seperti tari, hadroh, gamelan, dan pencak silat.
Penampilan Orkes Wijaya Kusuma, fashion show batik, elektone, hingga music box turut meramaikan gelaran hingga 14 Juli.
Di zona Utara (Alun-Alun Rekso Gati, Caruban), acara dimulai 18 Juli dengan pentas khas “Caroeban Tempo Doeloe” bersama PADSPI.
Di sini, ragam kegiatan meliputi lomba masak tradisional, fashion show pariwisata, Goes to Campus, gelar tarian tradisional, hingga ditutup spektakuler lewat Festival Keroncong Nasional pada 27 Juli 2025.
SEPASMA bukan sekadar tontonan, tapi momentum kebangkitan ekonomi daerah.
Selain itu, tiap titik acara dirancang melibatkan pelaku seni lokal, UMKM, dan komunitas kreatif. (her)
Editor : Hengky Ristanto