Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun kembali menggelar tradisi ziarah makam leluhur sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-457 Kabupaten Madiun.
Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama jajaran forkopimda, sekda, dan kepala OPD melaksanakan ziarah ke sejumlah makam bupati terdahulu, Kamis (3/7).
“Ziarah ini bentuk apresiasi pemkab untuk menghargai para leluhur. Keberadaan kami tidak lepas dari jasa mereka,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Hari Wur.
Dalam kegiatan tersebut, Mas Hari Wur turut memanjatkan doa agar dapat melanjutkan perjuangan para pendahulu.
Khususnya dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan apa yang diwariskan bisa kami lanjutkan,” harapnya.
Ziarah diawali di Makam Kuncen, Kelurahan Kuncen, Taman, Kota Madiun.
Di sana, rombongan menabur bunga di pusara Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno atau Pangeran Timur, bupati pertama Madiun periode 1568–1586.
Dilanjutkan ke makam Mangkunegara I, II, dan III.
Rombongan juga mengunjungi Makam Kuno Taman, tempat persemayaman Raden Ronggo Prawirodirjo I hingga Ronggo Koesnindar.
Lalu, ziarah ke makam Pangeran Mangkudipuro dan Kiai Ageng Anom Besari, tokoh penyebar Islam di Madiun.
Terakhir, rombongan tiba di Makam Giripurno Gunung Bancak, tempat dimakamkannya Ronggo Prawirodirjo III dan istrinya G.B.R.Ay. Maduretno.
Ziarah makam menjadi tradisi tahunan pemkab menjelang puncak hari jadi 18 Juli.
Mas Hari Wur berharap momentum ini dapat memperkuat semangat membangun Madiun yang bersih, sehat, dan sejahtera (bersahaja).
“Kepada masyarakat, mari tetap guyub rukun,” pesannya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto