Jawa Pos Radar Madiun – Situasi mencekam menyelimuti Dusun Bandungan, Desa Klangon, Kecamatan Saradan, usai pecah bentrok hebat pada Rabu (9/7) malam.
Akibat insiden itu, sejumlah rumah warga tampak porak-poranda, kaca jendela pecah, dan tiga sepeda motor tanpa tuan rusak berat tergeletak di lokasi kejadian.
Pagi harinya, Dusun Bandungan seolah kehilangan denyut aktivitas.
Garis polisi membentang di beberapa titik, menandai rumah-rumah yang terdampak aksi anarkis.
Berdasarkan keterangan dari Polres Madiun, insiden ini bermula saat rombongan yang diduga kelompok pesilat melintas usai menghadiri kegiatan di wilayah Kabupaten Nganjuk.
Setibanya di Dusun Bandungan, gesekan dengan warga setempat pun tak terelakkan hingga berujung bentrokan.
‘‘Benar, Rabu (9/7) malam hingga dini hari kami menerima laporan dari masyarakat tentang bentrokan di Dusun Bandungan, Desa Klangon,” terang Kasi Humas Polres Madiun, Iptu Anita Diah Puspitosari, Kamis (10/7).
Kerusakan akibat insiden ini tak hanya pada bangunan, namun juga kendaraan.
Tiga sepeda motor ditemukan dalam keadaan ringsek, dan sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrok.
“Untuk korban luka masih kami visum, proses identifikasi masih berjalan,” imbuh Anita.
Hingga Kamis pagi, petugas gabungan sudah mengamankan sebelas orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi anarkis itu.
Selain mengumpulkan saksi, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa batu yang digunakan saat bentrok berlangsung.
“Untuk penyebab pastinya masih didalami. Saat ini, penyelidikan intensif dilakukan oleh Satreskrim Polres Madiun,” tegas Anita. (ryu/aan/her)
Editor : Hengky Ristanto