Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun memprioritaskan program strategis dalam perubahan APBD (P-APBD) 2025 menyusul penurunan kekuatan fiskal daerah.
Alokasi anggaran akan difokuskan pada kegiatan yang mendukung visi-misi bupati dan wakil bupati.
“Kami akan bagi secara profesional dengan skala prioritas,” tegas Bupati Madiun Hari Wuryanto saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD, Rabu (16/7).
Mas Hari –sapaan bupati– menyebut beberapa program prioritas.
Di antaranya, pengadaan mobil ambulans, alat kesehatan, perbaikan jalan reaksi cepat, hingga penguatan kurikulum pencak silat.
Tak ketinggalan sarana pendidikan SD dan SMP serta program penghijauan.
“Visi dan misi bisa dijalankan selama lima tahun, dan akan kami mulai sejak tahun pertama,” jelasnya.
Penyesuaian anggaran dilakukan agar keuangan daerah tetap stabil.
Ia mengakui, tanpa P-APBD, kas daerah dikhawatirkan tidak mampu menopang seluruh program kerja yang telah direncanakan.
“Melalui P-APBD, masukan dari dewan bisa kami akomodasi,” imbuhnya.
Sebelumnya, pendapatan transfer yang diterima Pemkab Madiun mengalami penurunan. Dari rencana Rp 1,607 triliun turun menjadi Rp 1,582 triliun atau selisih Rp 24,5 miliar.
Pemkab berencana menutupi kekurangan itu dengan menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto