Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 31 dari total 206 Koperasi Merah Putih di Kabupaten Madiun dinyatakan siap beroperasi.
Kepastian itu disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto saat peluncuran kelembagaan KDMP oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (21/7).
“Dari hasil pembinaan, paling tidak ada 31 Koperasi Merah Putih yang siap operasional. Untuk yang lainnya diharapkan segera menyusul,” ujar Mas Hari Wur –sapaan akrab bupati.
Pemkab telah menyiapkan sumber daya manusia melalui Disperdakop-UM serta Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) selaku dewan pembina.
Pelatihan manajemen koperasi pun digelar agar pengelolaan berjalan sesuai prinsip koperasi.
Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala.
Termasuk pelaksanaan rapat anggota tahunan (RAT) sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada anggota.
“Kalau bisa rapat evaluasi dilakukan setiap bulan, itu akan lebih baik,” imbuhnya.
Bupati juga menegaskan, kepala desa memiliki peran sebagai pengawas.
Pengurus Koperasi Merah Putih wajib melaporkan kinerja mereka secara rutin kepada pengawas dan anggota.
Laporan juga disampaikan ke Disperdakop-UM sebagai pihak yang membina koperasi di tingkat kabupaten.
Mas Hari Wur belum menetapkan target jumlah KDMP yang bakal aktif tahun ini.
Namun, ia memastikan kesiapan struktur organisasi dan administrasi.
Pemdes didorong menyiapkan gerakan ekonomi desa seperti penyediaan pupuk, gula, hingga obat-obatan.
Bahkan, kerja sama dengan BUMN seperti PT Kimia Farma juga sudah memungkinkan.
“Sudah bisa langsung kerja sama tanpa lewat lembaga lain,” tegasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto