Jawa Pos Radar Madiun – Jumlah kasus stunting di Kabupaten Madiun masih tercatat sebanyak 1.726 anak.
Meski begitu, prevalensinya hanya 5,3 persen, jauh di bawah angka rata-rata nasional yang mencapai 19,8 persen.
“Prevalensi nasional 19,8 persen. Kabupaten Madiun masih jauh di bawah itu,” ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto.
Bupati yang akrab disapa Mas Hari itu menyebut capaian tersebut hasil kerja keras berbagai pihak.
Termasuk OPD yang rutin melakukan pemantauan lewat bulan timbang.
Meski angkanya tergolong rendah, pemkab tetap menggencarkan upaya pencegahan.
Salah satunya dengan mengajak seluruh masyarakat turut aktif menekan angka stunting sebagai bentuk dukungan terhadap target zero stunting 2030.
“Kesehatan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” imbuhnya.
Sebagai upaya percepatan, pemkab menyalurkan bantuan sosial natura kepada 110 penerima di Kecamatan Mejayan.
Paket yang dibagikan berupa 1 kg telur, 2 liter susu, dan 600 gram biskuit.
Selain itu, bantuan usaha ekonomi produktif (UEP) juga diberikan kepada 60 penerima.
Masing-masing menerima modal usaha Rp 3 juta bagi yang memiliki rintisan usaha keluarga.
“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan dapat meningkatkan gizi keluarga,” pungkasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto