Jawa Pos Radar Madiun – Warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, punya cara unik menyemarakkan Hari Kemerdekaan.
Melalui kreasi ibu-ibu bank sampah setempat, barang-barang bekas disulap menjadi ornamen lampu petromak berwarna merah-putih.
Rodiyah, salah satu warga, menjelaskan bahan-bahan yang digunakan berasal dari limbah rumah tangga seperti piring dan baskom plastik, sedotan, toples bekas, hingga kardus.
Semuanya dirangkai hingga membentuk lampion gantung bernuansa nasionalisme.
“Kami memanfaatkan bahan-bahan dari bank sampah untuk dibuat hiasan HUT RI,” ujarnya, Rabu (6/8).
Hingga kini, sudah 80 unit lampu petromak berhasil diproduksi. Sebagian telah terpasang di rumah-rumah warga sekitar.
Bahkan, produk kreatif itu mulai dilirik pembeli dari luar daerah.
“Kalau ada pesanan, bisa produksi 10 sampai 15 unit per hari. Satu lampion dijual Rp 15 ribu, lengkap dengan lampu dan pitingan,” tambahnya.
Warga lain, Tri Handiyah Riwayati, mengaku kegiatan ini memberi pengalaman baru dan menjadi ajang mempererat kebersamaan.
“Mulainya sore jam 4. Selain mengisi waktu luang, ini juga bagian dari memeriahkan kemerdekaan,” ucapnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto