Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

DPRD Kabupaten Madiun Gelar Rapat Paripurna Istimewa Mendengarkan Pidato Kenegaraan, Wakil Rakyat Suarakan Aspirasi

Loditya Fernandes • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 13:00 WIB
PARIPURNA: Pimpinan DPRD Kabupaten Madiun, bupati dan wakil bupati saat mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto
PARIPURNA: Pimpinan DPRD Kabupaten Madiun, bupati dan wakil bupati saat mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto

Jawa Pos Radar Madiun – Rapat Paripurna Istimewa Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto digelar DPRD Kabupaten Madiun, Jumat (15/8).  

Dalam pidato kenegaraan menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI tersebut, semangat tak alergi kritik salah satu yang digaungkan. Orang nomor satu di tanah air tersebut menganggap kritikan memang diperlukan. 

‘’Kita berbeda-beda boleh tapi satu tujuan kita. Silahkan yang berada di luar pemerintahan tidak ada masalah. Terima kasih. Kita butuh koreksi, kita butuh kritik, walaupun kritik itu menyesakkan juga. Tapi tidak ada masalah, jangan berhenti kritik,’’ tutur Presiden RI Prabowo dalam pidato kenegaraannya, Jumat (15/8).

Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono menyambut baik pidato kenegaraan dari Presiden RI tersebut.

Dengan semangat semangat tak alergi kritik tersebut, legislatif sebagai lembaga dengan fungsi pengawasan bisa lebih optimal dalam menjalankan perannya. Utamanya menyuarakan aspirasi masyarakat.

‘’Legislatif akan menyikapi bersama. Tidak lepas memberikan saran dan masukan sesuai sesuai yang disampaikan presiden. Bahwa pemerintah tetap akan menerima masukan dan kritik dari legislatif, masyarakat dan semuanya,’’ imbuhnya.

Fery menjelaskan peringatan Kemerdekaan RI tahun ini bertema ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’.

Sesuai tema, ketua dewan dua periode itu ingin semangat persatuan, kedaulatan, serta tekad bangsa mencapai kesejahteraan dan kemajuan semakin bertumbuh.

‘’Mari utamakan keadilan sosial kepada seluruh masyarakat ke depannya,’’ tegasnya.

Dalam pidato tersebut, Presiden Parbowo juga menyampaikan capaian 299 hari kerjanya.

Antara lain sektor ekonomi yang tumbuh 5,12 persen pada kuartal II-2025, realisasi investasi mencapai Rp 942 triliun yang naik 13,6 persen dibandingkan tahun lalu dan berhasil menyerap 1,2 juta tenaga kerja.

Berikutnya, capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG), swasembada pangan, sekolah rakyat (SR) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga Danantara.

Prabowo juga menekankan komitmennya terkait pemberantasan korupsi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPR RI Puan Maharani juga menyampaikan pidatonya.

Ahmad Muzani menganggap Indonesia semakin kompetitif, banyak program unggulan yang kaya manfaat, serta masih perlunya tindakan atas jutaan masyarakat yang kehilangan hak dasarnya jelang HUT RI.

Sedangkan Puan menekankan pentingnya penerapan Pancasila dan demokrasi bagi bangsa dan negara.

Puan juga menyinggung penerapan pemilu yang belum sempurna serta perlunya ruang berserikat dan menyampaikan kritik. Salah satunya kritikan melalui simbol one piece yang belakangan viral.

Sementara itu rapat paripuna istimewa dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi, jajaran forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), direktur RSUD, camat hingga perwakilan KPU dan Bawaslu.

Terkait pidato kenegaraan, Mas Hari Wur –sapaan Bupati Madiun – menginginkan masyarakat sejahtera.

Tanpa masyarakat yang sejahtera pemerintaan disebutnya belum berdaulat. ‘’Sama seperti visi dan misi kita, harus bisa bersih, sehat dan sejahtera (Bersahaja),’’ tegasnya. (odi/aan/*)

Editor : Mizan Ahsani
#dprd #rapat paripurna #prabowo subianto #pidato kenegaraan #presiden