Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

PT GWI Madiun PHK 842 Pekerja, Orderan Turun Jadi Penyebab

Dian Rahayu • Selasa, 26 Agustus 2025 | 13:00 WIB
Aksi pekerja PT GWI pada May Day 2025 di Caruban. Kini perusahaan resmi mengumumkan PHK 842 karyawan karena order turun. ILUSTRASI FOTO: RADAR MADIUN
Aksi pekerja PT GWI pada May Day 2025 di Caruban. Kini perusahaan resmi mengumumkan PHK 842 karyawan karena order turun. ILUSTRASI FOTO: RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 842 pekerja PT Global Way Indonesia (GWI) bakal terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pemangkasan dilakukan bertahap mulai Agustus hingga Oktober mendatang.

Keputusan itu disampaikan melalui surat resmi bernomor 29/P/GWIM/VIII/2025 yang diterima Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun.

Manajemen menyebut PHK terpaksa dilakukan karena order produksi menurun dan perusahaan harus melakukan restrukturisasi organisasi.

“Dengan berat hati perusahaan harus mengurangi karyawan secara bertahap. Proses PHK mempertimbangkan absensi dan performa kerja,” demikian isi surat yang ditandatangani Operation VP PT GWI Marco Lin pada 14 Agustus lalu.

Dalam surat juga disebutkan perusahaan akan memberikan pesangon sesuai aturan.

Data detail karyawan terdampak bakal diumumkan melalui serikat pekerja.

Saat ini, jumlah total tenaga kerja PT GWI sekitar 3.800 orang, mayoritas pekerja tetap di lini produksi.

Sekretaris Disnakerin Kabupaten Madiun, Ratnasari Wandanwulan, memastikan tidak ada pelanggaran normatif dalam rencana PHK tersebut.

’’Kalau pabrik melakukan PHK, harus ada pesangon atau kompensasi sesuai status pekerja. Surat resminya sudah kami terima dan normatifnya sesuai aturan,’’ ujarnya, kemarin (25/8).

Pemkab akan memantau agar seluruh hak karyawan terpenuhi, termasuk pembayaran jaminan hari tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan.

’’Kami minta data by name by address untuk dicek. Sejauh ini tidak ada aduan dari serikat pekerja,’’ tambahnya.

Sebagai antisipasi, Disnakerin menyiapkan penyaluran tenaga kerja ke perusahaan lain.

Salah satunya PT Golden Step di Desa Kuwu yang membuka lowongan sekitar 2.000 pekerja.

’’Kalau ada kebutuhan, akan kami salurkan. Tapi tetap harus melalui tes keterampilan, tidak otomatis diterima,’’ jelas Ratna. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#PHK GWI Madiun #pekerja pabrik Madiun #PT Global Way Indonesia #Disnakerin Madiun #madiun #pesangon pekerja #lowongan kerja Madiun