Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 15 pejabat dinyatakan lolos seleksi administrasi dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkup Pemkab Madiun.
Dari total 26 pendaftar, hanya separonya yang memenuhi syarat.
Kepala BKPSDM Kabupaten Madiun Heru Kuncoro menyebut empat formasi jabatan diperebutkan, yakni kepala Bakesbangpol, Dinas Kesehatan, DPUPR, serta Dikbud.
“Dari 26 pendaftar, ada 15 yang memenuhi syarat administrasi,” ujarnya kemarin (7/9).
Empat pejabat bersaing memperebutkan kursi kepala Bakesbangpol.
Mereka adalah Dodi Setiawan (Camat Saradan), Eko Budi Hastanto (Kabid Persampahan dan Limbah B3 DLH), Hestu Wiradrianwan (Sekretaris Bakesbangpol), serta Tarnu Ashidiq (Camat Kebonsari).
Empat nama juga lolos untuk posisi kepala Dinas Kesehatan.
Yakni Ali Murtadlo (Kabid Penunjang RSUD Caruban), Heri Setyana (Kepala Puskesmas Saradan), Rucama Tunggul Kuswoyo (Kepala Puskesmas Gantrung), dan Widya Wardani (Kabid Yankes Dinkes).
Jumlah peserta di formasi DPUPR lebih sedikit.
Hanya tiga pejabat yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi: Boby Saktia Putra Lubis (Kepala BPBD), Eko Budi Hastanto (Kabid Persampahan dan Limbah B3 DLH), serta Slamet Wiyono (Kabid Penataan Ruang DPUPR).
Kursi kepala Dikbud diperebutkan empat kandidat, tiga di antaranya kepala sekolah.
Yakni Agus Sucipto (Kepala SMPN 1 Mejayan), Minarti (Kepala SMPN 3 Mejayan), Nur Arif Indrokaryoto (Kabid Pembinaan SD Dikbud), dan Ririn Afidah (Kepala SDN Sangen 1).
Heru memastikan, pejabat yang lolos administrasi masih harus menghadapi uji kompetensi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
Setelah itu, tahap akhir berupa wawancara akan menentukan siapa yang menduduki empat kursi kepala OPD tersebut. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto