Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan pesilat dari 14 perguruan di Kabupaten Madiun kompak mengikrarkan diri sebagai pemersatu bangsa.
Deklarasi digelar di Gedung Padepokan Kampung Pesilat, Selasa (9/9), dihadiri forkopimda, tokoh masyarakat, hingga ketua perguruan.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan, deklarasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata menjaga kondusifitas daerah.
“Madiun ini gudangnya pesilat. Kalau pesilatnya rukun, Madiun pasti aman, nyaman, tentram, dan guyub. Seperti pepatah lama: Madiun–Jakarta, kalau rukun tetap merdeka,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan meredam potensi gesekan antarperguruan tak lepas dari kolaborasi Kapolres Madiun, forkopimda, serta ketua perguruan pencak silat.
“Kalau dulu Suro itu ndredeg, sekarang ayem. Bahkan membawa berkah ekonomi. UMKM ramai, warung-warung laris. Ini bukti mindset kita sudah berubah,” imbuhnya.
Mas Hari menegaskan, Pemkab Madiun bersama perguruan siap menjaga suasana damai lewat agenda lintas perguruan.
“Saat IKSPI menggelar acara, perguruan lain ikut menjaga. Demikian pula sebaliknya. Ini langkah konkret menjaga Madiun tetap ayem tentrem,” katanya.
Dia menekankan, Bumi Kampung Pesilat bukan milik pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
“Harapan kami, deklarasi ini benar-benar menjadi semangat kebersamaan. Karena kita tidak bisa sendiri, harus berkolaborasi,” tuturnya.
Acara diwarnai arak-arakan panji perguruan, atraksi pencak silat, hingga pembacaan deklarasi bersama.
Hadir pula Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, Ketua DPRD Fery Sudarsono, perwakilan Dandim 0803, OPD, serta pengurus IPSI Kabupaten Madiun. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto