Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Empat Kecamatan di Madiun Masuk Zona Rawan Kebakaran, Damkar Siagakan Posko di Mejayan dan Geger

Dian Rahayu • Senin, 22 September 2025 | 00:00 WIB
Petugas Damkar berupaya memadamkan kebakaran lahan di Desa Kaibon, Geger. Kasus kebakaran di Madiun capai 53 kejadian hingga September. DOK RADAR MADIUN
Petugas Damkar berupaya memadamkan kebakaran lahan di Desa Kaibon, Geger. Kasus kebakaran di Madiun capai 53 kejadian hingga September. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Meski musim kemarau tahun ini tergolong basah, kasus kebakaran di Kabupaten Madiun tetap tinggi.

Data Satpol PP dan Damkar mencatat 53 kejadian sejak Januari hingga pertengahan September.

’’Kasus kebakaran paling banyak terjadi empat bulan terakhir,’’ ujar Kabid Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol PP Kabupaten Madiun, Andy Koerniawan, Minggu (21/9).

Kasus mulai melonjak pada Juni dengan delapan kejadian, dari sebelumnya hanya dua.

Juli turun menjadi tujuh kejadian, namun kembali naik pada Agustus dengan 11 kejadian.

Hingga 15 September, sudah tercatat 10 kebakaran.

’’Diprediksi jumlahnya naik sampai akhir bulan,’’ jelas Andy.

Kebakaran paling dominan terjadi di pemukiman warga, mencapai 29 kejadian.

Disusul kebakaran lahan (12 kejadian), sisanya menimpa kendaraan, tabung gas LPG, dan kabel PLN.

Mayoritas disebabkan korsleting listrik dan pembakaran sampah tanpa pengawasan.

Empat kecamatan tercatat paling rawan, yakni Jiwan, Dagangan, Geger, dan Saradan.

’’Kami sudah siapkan tiga posko siaga kebakaran di Mejayan, Pendopo Muda Graha, dan Geger. Dengan pos ini, penanganan kebakaran bisa lebih cepat,’’ pungkasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#posko siaga kebakaran #kebakaran madiun #kebakaran permukiman #damkar madiun #madiun #kasus kebakaran 2025 #kebakaran lahan #Korsleting Listrik