Jawa Pos Radar Madiun – Layanan bus sekolah gratis mulai beroperasi di wilayah selatan Kabupaten Madiun.
Uji coba perdana berlangsung 3 Oktober lalu dengan menyasar tiga kecamatan: Dagangan, Dolopo, dan Geger.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun Suryanto menyebut, program ini memiliki tiga tujuan utama.
Yakni uji coba, sosialisasi, dan memastikan keselamatan pelajar pengguna layanan.
‘’Bus sekolah gratis ini merupakan fasilitas dari Bapak Bupati untuk memastikan anak-anak berangkat dan pulang sekolah dengan aman,’’ ujarnya.
Tahap awal, Dishub mengoperasikan dua armada jenis elf.
Bus berangkat pukul 05.45–06.45 WIB dan pulang pukul 14.00–15.00 WIB.
Dua rute yang dilayani yakni Segulung–Dolopo dan Suluk–Dolopo (selengkapnya lihat grafis).
Suryanto menjelaskan, kehadiran bus sekolah diharapkan mengurangi risiko kecelakaan pelajar yang selama ini banyak menggunakan sepeda motor.
‘’Dengan bus sekolah gratis, anak-anak tidak perlu terburu-buru ke sekolah dengan kendaraan sendiri. Ini juga membantu menekan angka kecelakaan dan kemacetan pagi hari,’’ jelasnya.
Selain keselamatan, dishub juga memastikan kenyamanan siswa.
Petugas lapangan memantau standar naik-turun penumpang agar tidak ada yang berdiri atau berdesakan.
‘’Hal kecil seperti tangan terjepit pintu pun bisa berbahaya. Karena itu, pengawasan harus ketat,’’ tegasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto