Jawa Pos Radar Madiun – Bulan Agustus 2025 jadi masa suram bagi pelaku usaha perhotelan di Kabupaten Madiun.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel hanya 17,07 persen.
Angka itu turun 2,71 poin persen dibanding Juli yang mencapai 19,78 persen.
“Penurunan ini karena tidak ada momen liburan sekolah atau long weekend pada Agustus,” ungkap Kepala BPS Kabupaten Madiun Wisma Eka Nurcahyanti, Selasa (7/10).
TPK menggambarkan berapa banyak kamar hotel yang terisi dari total kamar yang tersedia setiap malam.
Dengan capaian 17,07 persen, artinya dari setiap 100 kamar hanya 17–18 kamar yang terisi.
Meski terbilang rendah, Wisma menyebut kondisi ini masih wajar di luar musim puncak wisata.
“Trennya masih mengikuti pola tahunan, biasanya naik saat akhir tahun dan libur panjang,” jelasnya.
Jika dibanding tahun lalu, TPK Agustus 2025 sebenarnya lebih baik dari Agustus 2024 yang hanya 16,20 persen.
Namun, masih di bawah capaian 2023 sebesar 18,65 persen.
Pola itu menunjukkan adanya perbaikan perlahan di sektor akomodasi setelah beberapa tahun terakhir fluktuatif.
“Naik-turun memang, tapi ada sinyal positif. Sektor perhotelan mulai stabil,” ujarnya.
BPS juga mencatat rata-rata lama menginap tamu (RLMT) pada Agustus berada di angka 1,00 malam, sama seperti Juli.
Artinya, sebagian besar tamu hanya menginap semalam sebelum melanjutkan perjalanan.
“Semakin tinggi angka RLMT, semakin kuat daya tarik wisata di suatu daerah,” pungkasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto