Jawa Pos Radar Madiun – Pencurian kabel sibel (sistem irigasi listrik) meresahkan warga Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun.
Dalam sepekan terakhir, 43 titik di area persawahan lima desa dilaporkan kehilangan kabel penghubung listrik untuk pompa air.
Kapolsek Sawahan AKP Yunus Kurniawan menyebut kasus terbanyak terjadi di Desa Kanung, Sidomulyo, Golan, Sawahan, dan Bakur.
“Kejadian berlangsung sekitar satu minggu terakhir dan terus meluas,” ujarnya, kemarin (7/10).
Data kepolisian mencatat, Desa Kanung kehilangan kabel di 11 titik, Sidomulyo 7 titik, dan Golan 12 titik.
Panjang kabel yang raib antara satu hingga 1,5 meter di tiap lokasi.
“Pelaku biasanya beraksi siang hari saat petani beristirahat. Modusnya memotong kabel menggunakan arit, lalu menjual hasil curian kiloan,” terang Yunus.
Warga mengaku geram karena kejadian berulang namun pelaku belum tertangkap.
Polisi kini memasang pamflet imbauan dan meminta masyarakat tidak main hakim sendiri jika mendapati pelaku.
“Laporkan ke aparat agar bisa kami tindak sesuai hukum,” tegas Yunus.
Sekretaris Desa Kanung Anggit Sasmito membenarkan desanya menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah.
Dalam satu hari, 11 lokasi kehilangan kabel sibel.
“Padahal sudah kami imbau agar petani lebih waspada karena desa sekitar juga pernah kejadian,” ujarnya.
Pemerintah desa kini mengaktifkan kembali ronda malam dan patroli sawah.
Kabel sibel dinilai vital bagi petani karena menjadi sumber daya listrik untuk pompa air.
“Tanpa kabel itu, pengairan sawah berhenti. Kami minta warga rutin memantau lahan, terutama di jam-jam sepi,” tandas Anggit. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto