Jawa Pos Radar Madiun – Audisi Festival Dai Cilik Tingkat SMP/MTs tahun 2025 resmi digelar pada Rabu (8/10) di Studio JawaPos TV Madiun. Pada Kamis (9/10), kali ini giliran peserta dari Kabupaten Madiun.
Ajang tahunan ini menjadi panggung bagi para pelajar dari wilayah Madiun untuk menunjukkan kemampuan berdakwah dan menyampaikan pesan keislaman secara kreatif serta komunikatif.
Puluhan peserta dari berbagai SMP dan MTs di Madiun tampak antusias mengikuti audisi yang menjadi langkah awal menuju babak grand final.
Dalam setiap penampilannya, para dai cilik diberi waktu selama lima menit untuk menyampaikan ceramah sesuai tema yang telah mereka pilih.
Panitia menyediakan lima tema utama yang berkaitan dengan isu-isu keagamaan, sosial, dan pengembangan karakter.
Sistem penilaian dalam audisi ini melibatkan tiga juri berkompeten dari latar belakang berbeda, yakni praktisi public speaking, jurnalis media, serta perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag).
Mereka menilai mulai dari isi materi, cara penyampaian, intonasi, ekspresi, hingga orisinalitas pesan yang dibawakan peserta.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Meychila Fiftazani, siswi MTsN 5 Madiun.
Ia membawakan ceramah bertema “Membangun Generasi Berakhlakul Karimah di Era Digital.” Dalam ceramahnya, Meychila menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini di tengah derasnya arus informasi digital.
Ia menekankan pentingnya memiliki akhlak mulia sebagai pondasi dalam menggunakan teknologi secara bijak.
“Acara ini sangat bermanfaat karena bisa menambah wawasan, menambah percaya diri juga. Harapannya, semoga bisa jadi yang terbaik,” ujar Meychila usai tampil.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan festival ini, dan berharap kegiatan serupa terus dikembangkan agar semakin banyak pelajar yang tertarik berdakwah.
Jika lolos tahap audisi, peserta akan melaju ke babak grand final bersama 30 dai cilik terbaik yang akan dipilih oleh dewan juri.
Finalis nantinya akan kembali bersaing dalam penyampaian ceramah dengan format yang lebih luas dan waktu yang lebih panjang, sekaligus mendapat pelatihan tambahan untuk meningkatkan kualitas penampilan mereka.
Melalui Festival Dai Cilik ini, Jawa Pos Radar Madiun turut berkontribusi dalam membina generasi muda agar tumbuh sebagai pribadi yang cerdas secara intelektual dan kuat dalam nilai-nilai keislaman.
Tak hanya menjadi ajang lomba, acara ini juga menjadi sarana pembinaan karakter Islami serta penguatan literasi digital yang beretika di kalangan pelajar. (ghiska-mg-pnm/naz)
Editor : Mizan Ahsani