Jawa Pos Radar Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mengidentifikasi tiga titik terdampak bencana angin kencang yang terjadi pekan lalu.
Titik tersebut tersebar di dua kecamatan: Sidomulyo (Sawahan) serta Dimong dan Nglambangan (Madiun).
Sejumlah rumah warga dilaporkan rusak akibat pohon tumbang.
Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Madiun Boby Saktia Lubis menyebut, tim reaksi cepat langsung diterjunkan sesaat setelah kejadian.
“Begitu kejadian, tiga tim langsung kami luncurkan ke lokasi terdampak. Fokus pertama evakuasi pohon tumbang untuk membuka akses jalan, kemudian dilanjutkan identifikasi kerusakan rumah warga,” ujarnya.
Hasil identifikasi menunjukkan satu rumah di Desa Nglambangan mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon tumbang.
Evakuasi dilakukan Sabtu (18/10) pagi menunggu pemutusan aliran listrik oleh PLN demi keselamatan petugas.
“Selain Nglambangan, kami juga mendata lima hingga enam rumah lain terdampak di beberapa titik. Kondisinya relatif ringan, dan sudah kami bantu terpal untuk penanganan sementara,” jelas Boby.
BPBD memastikan penanganan darurat di tiga lokasi terdampak telah dilakukan bersama relawan setempat, termasuk pemotongan dan pembersihan material pohon tumbang.
“Semua sudah tertangani, dan kami terus pantau kondisi cuaca di lapangan,” ungkapnya.
Di sisi kesiapsiagaan, BPBD menegaskan personel dan peralatan dalam posisi siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Mulai dari gergaji mesin, kendaraan operasional, hingga perlengkapan evakuasi yang telah disiapkan sejak awal Oktober. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto