Jawa Pos Radar Madiun – Tren investasi di Kabupaten Madiun terus menanjak.
Hingga triwulan ketiga 2025, realisasi investasi telah menembus Rp 1,8 triliun atau 76 persen dari total target Rp 2,5 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun Anang Sulistijono mengatakan, capaian tersebut menunjukkan geliat positif iklim usaha di Bumi Kampung Pesilat.
“Di triwulan ketiga ini capaian investasi sudah sesuai target, sekitar 76 persen dari total target Rp 2,5 triliun,” ujarnya, kemarin (22/10).
Anang menjelaskan, nilai investasi pada triwulan ketiga mencapai sekitar Rp 637 miliar, sesuai dengan progres yang ditetapkan dalam rencana kerja tahunan.
Artinya, masih ada ruang sekitar Rp 600 miliar atau 24 persen yang dikejar hingga akhir tahun.
“Kami optimistis target tercapai, karena sejumlah langkah percepatan sedang dijalankan,” jelasnya.
Salah satu strategi percepatan yakni pendataan ulang pelaku usaha yang telah memiliki izin dasar namun belum tercatat dalam laporan investasi.
Selain itu, DPMPTSP juga akan mendata pengusaha non-mikro yang melakukan perluasan lahan atau penambahan alat produksi.
“Ini menjadi peluang besar untuk menambah nilai investasi daerah,” terang Anang.
Pihaknya juga mempercepat penyelesaian perizinan dasar agar seluruh proses tuntas pada Desember dan bisa masuk perhitungan triwulan keempat.
“Percepatan layanan menjadi kunci untuk mencapai target akhir tahun,” imbuhnya.
Sektor agro, pergudangan, dan jasa diperkirakan menjadi penyumbang terbesar pada akhir tahun ini.
Anang menyebut, posisi strategis Kabupaten Madiun yang memiliki dua akses tol menjadi daya tarik bagi investor baru.
“Potensi besar kita ada di sektor agro dan jasa, ditambah akses tol yang membuka peluang pengembangan kawasan industri,” pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto