Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Warga Kare Antre Panjang Demi Sembako Murah, Pemkab Madiun Tekan Inflasi Lewat Pasar Murah

Dian Rahayu • Kamis, 23 Oktober 2025 | 13:10 WIB
Warga Kecamatan Kare memadati pasar sembako murah yang digelar Pemkab Madiun. Kegiatan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok. Dian Rahayu/Radar Madiun
Warga Kecamatan Kare memadati pasar sembako murah yang digelar Pemkab Madiun. Kegiatan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok. Dian Rahayu/Radar Madiun

Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan warga Kecamatan Kare rela antre panjang demi mendapatkan sembako murah di pasar murah yang digelar Pemkab Madiun, kemarin (22/10).

Beras, gula, minyak goreng, telur ayam, dan bawang putih dijual dengan harga lebih rendah dibanding pasaran.

“Harga kebutuhan sekarang sedang naik, jadi dengan adanya pasar murah seperti ini kami bisa sedikit berhemat,” ujar Purwanti, salah seorang warga.

Untuk mendapatkan sembako murah, warga cukup menunjukkan fotokopi kartu keluarga kepada panitia untuk memperoleh nomor antrean.

Barang yang dijual di antaranya beras Rp 59.500 per 5 kilogram, minyak goreng Rp 15.500 per liter, gula Rp 13.000 per kilogram, telur ayam Rp 25.000 per kilogram, dan bawang putih Rp 11.000 per setengah kilogram.

“Selisih tiga sampai empat ribu rupiah per barang cukup meringankan pengeluaran harian saya,” tutur Marsini, warga lainnya.

Kegiatan pasar murah ini digelar pemkab melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun.

Dalam kegiatan tersebut, disediakan 1,4 ton beras, 600 liter minyak goreng, 750 kilogram gula pasir, 250 kilogram telur ayam, dan 300 kilogram bawang putih.

“Selisih harga dengan pasar kami tekan agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” kata Kabid Perdagangan Disperdakop-UM Budi Santoso.

Budi menambahkan, program pasar murah reguler akan digelar di 60 titik lokasi selama setahun.

Langkah ini diharapkan mampu menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Madiun.

“Tujuannya agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi dengan harga yang wajar dan mudah dijangkau,” pungkasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#daya beli masyarakat #ekonomi daerah #warga Kare #Pemkab Madiun #sembako murah #madiun #pasar murah madiun #inflasi madiun #harga sembako #Disperdakop-UM Kabupaten Madiun