Jawa Pos Radar Madiun – Warga Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, digegerkan dengan kematian mendadak puluhan ayam kampung milik warga, Jumat (24/10).
Bangkai ayam ditemukan berserakan di kandang dalam kondisi kaku.
Diduga, ternak unggas tersebut terserang penyakit.
Salah satu pemilik ayam, Agik Saputra Wijaya, mengatakan kematian ayamnya sudah terjadi sejak tiga hari lalu.
Awalnya hanya satu ekor per hari, namun jumlahnya meningkat tajam.
“Pagi ini ada sekitar 13 ekor yang mati mendadak. Siangnya bertambah lagi sampai 20 ekor,” ungkapnya.
Untuk mencegah penularan, bangkai ayam dibakar dan sebagian ayam yang masih hidup disembelih lebih awal.
“Ayam yang masih lemas langsung saya potong supaya tidak mati mendadak juga,” tambahnya.
Agik memperkirakan kerugian mencapai Rp3 juta.
Ia menduga perubahan cuaca dari panas ke hujan membuat daya tahan unggas menurun.
“Selama tiga tahun beternak baru kali ini kejadian. Kami sudah lapor ke dinas peternakan supaya ditindaklanjuti, takutnya ada virus,” ujarnya.
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) dijadwalkan mengambil sampel untuk memastikan penyebab kematian massal tersebut.
Langkah ini diambil agar penularan tidak meluas ke kandang lain. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto