Jawa Pos Radar Madiun – Pergantian musim kemarau ke penghujan mulai berdampak pada kesehatan warga Kabupaten Madiun.
Dalam dua bulan terakhir, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat 2.294 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Agung Dodik Pujianto mengatakan, pada Agustus lalu tercatat 903 kasus, terdiri atas 30 balita dan 873 orang dewasa.
Jumlah itu melonjak hampir dua kali lipat pada September menjadi 1.391 kasus, dengan rincian 131 balita dan 1.260 orang dewasa.
’’Perubahan suhu dan kelembapan saat pancaroba menjadi faktor pemicu munculnya ISPA,’’ ujarnya, Minggu (26/10).
Selain ISPA, Dinkes juga mewaspadai potensi penyakit menular lain seperti demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya.
’’Belum ada peningkatan signifikan, tapi tetap kami antisipasi dengan memperkuat koordinasi antara rumah sakit, puskesmas, dan dinkes,’’ jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes mengaktifkan sistem kewaspadaan dini dan respon cepat (SKDR) di seluruh puskesmas.
Stok obat-obatan juga telah ditambah untuk memastikan pelayanan tidak terganggu.
’’Kami mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Jika muncul gejala ISPA, DBD, atau chikungunya, segera periksa ke puskesmas,’’ tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto