Jawa Pos Radar Madiun – Situs resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun sempat membuat publik heran setelah menampilkan tampilan tidak biasa pada akhir pekan lalu.
Sejumlah pengguna menduga laman tersebut diretas oleh pihak tak bertanggung jawab.
Namun, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Madiun memastikan kondisi itu bukan karena serangan siber, melainkan akibat proses migrasi sistem website ke arsitektur baru.
“Itu bukan karena diretas, tapi karena sistem website lama sedang kami migrasikan ke arsitektur baru. Prosesnya masih berjalan dan sedang dalam tahap perbaikan,” ujar Kepala Bidang Persandian Diskominfo Kabupaten Madiun, Hendah Dwi Wijayani, Senin (27/10).
Ia menjelaskan, domain resmi madiunkab.go.id tetap sama, tanpa perubahan alamat.
Hanya saja, proses peralihan memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat hari kerja karena terbatasnya sumber daya teknis.
“Tenaga ahlinya terbatas, hanya satu orang ahli siber dan dua orang software engineer,” terangnya.
Lebih lanjut, Hendah mengakui bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), turut meningkatkan risiko keamanan digital.
“Dengan berkembangnya teknologi, risiko peretasan juga semakin tinggi. Semua sistem bisa menjadi target serangan kapan saja, apalagi sekarang banyak serangan berbasis AI,” katanya.
Untuk meminimalkan ancaman tersebut, Diskominfo Madiun rutin melakukan pembaruan sistem keamanan mengacu pada Common Vulnerabilities and Exposures (CVE), daftar resmi kerentanan siber global.
“Kami terus melakukan update terhadap rule dan CVE setiap bulan, bahkan setiap hari, sesuai kemampuan infrastruktur kami,” jelas Hendah.
Ia juga menambahkan bahwa idealnya Pemkab Madiun dapat menerapkan sistem keamanan berbasis AI dan Endpoint Detection and Response (EDR) agar bisa mendeteksi serangan secara real-time.
Namun, keterbatasan tenaga ahli dan anggaran masih menjadi kendala.
“Untuk sementara hal seperti itu belum bisa kami lakukan karena keterbatasan ahli dan anggaran. Tapi kami terus berupaya memperkuat keamanan sistem dengan sumber daya yang ada,” pungkasnya. (ryu/naz)
Editor : Mizan Ahsani