Jawa Pos Radar Madiun – Seluruh early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini kebencanaan di wilayah Kabupaten Madiun dipastikan berfungsi.
Kepastian itu diperoleh setelah BPBD setempat melakukan pengecekan di 11 titik rawan banjir dan longsor.
“Kami pastikan seluruh EWS berfungsi baik agar bisa mendeteksi potensi bencana sejak dini,” ujar Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Madiun, Fajar Sulakmono, Selasa (28/10).
EWS merupakan alat berbasis sensor elektronik yang memantau ketinggian air maupun pergerakan tanah, dilengkapi sirine sebagai tanda peringatan bagi masyarakat.
Dari total 11 unit yang aktif, delapan di antaranya merupakan EWS banjir dan tiga lainnya EWS longsor.
“Ketika alat berbunyi, masyarakat harus bersiap, dan bila perlu segera melakukan evakuasi dini,” jelasnya.
Selain pemeliharaan alat, BPBD juga rutin memberikan edukasi kesiapsiagaan kepada warga di daerah rawan bencana.
Salah satunya di Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, yang kerap terdampak banjir saat curah hujan tinggi.
“Kami tidak hanya mengandalkan alat, tetapi juga membangun kesadaran warga agar tanggap terhadap tanda-tanda alam,” imbuhnya.
Dari sisi sumber daya manusia, BPBD Kabupaten Madiun telah menyiagakan personel dengan pelatihan tanggap darurat, serta memperkuat sarana dan prasarana penanggulangan bencana.
“Seluruh tim sudah kami siagakan, termasuk logistik dan peralatan lapangan, agar siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan,” pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto