Jawa Pos Radar Madiun – Meski sudah beroperasi, pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kwangsen Jiwan masih berproses.
Saat ini, satuan layanan tersebut telah melayani ribuan penerima manfaat di lima desa wilayah Jiwan.
Kepala SPPG Kwangsen Jiwan Koko Gunarto menjelaskan, seluruh tahapan pengurusan sertifikat tengah berlangsung.
“Uji laboratorium air sudah kami selesaikan minggu lalu. Kamis ini giliran uji sampel makanan, dan minggu depan mulai kami proses sertifikat halal serta SLHS,” ujarnya, kemarin (29/10).
Setelah seluruh uji laboratorium rampung, proses akan dilanjutkan dengan verifikasi lapangan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) sebelum sertifikat resmi diterbitkan.
Koko menegaskan, semua tahapan itu merupakan bentuk komitmen agar layanan gizi tetap memenuhi standar keamanan pangan.
“Meski SLHS belum terbit, kami tetap berpegang pada panduan teknis yang ketat agar tidak ada celah risiko kontaminasi,” tegasnya.
SPPG Kwangsen Jiwan mulai beroperasi sejak Senin (27/10) dengan cakupan wilayah Kwangsen, Teguhan, Ngetrep, Bendo, dan Bibrik.
Dalam minggu pertama, satuan ini telah melayani sekitar 1.600 penerima manfaat dan ditargetkan mencapai 3.064 anak dari jenjang TK, PAUD, SD, SMP, hingga SMA.
Sementara itu, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Madiun, Soedjiono, mengingatkan agar seluruh petugas SPPG menjalankan program dengan disiplin.
“Jaga higienitas, patuhi SOP, dan pastikan makanan yang disajikan benar-benar sehat agar mampu mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter,” pesannya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto