Jawa Pos Radar Madiun – Warga Dusun Morosowo, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, dibuat panik setelah tanah di sekitar permukiman mereka tiba-tiba retak, Selasa malam (29/10).
Suara gemeretak terdengar dari dalam rumah, diikuti retakan di tembok dan lantai.
“Awalnya dengar suara ‘kretak’, pas dicek ternyata tembok rumah retak,” ujar Warsini, salah satu warga, kemarin (31/10).
Ketakutan bencana makin meluas, Warsini dan sejumlah tetangganya segera menyelamatkan diri.
Enam kepala keluarga (KK) kini mengungsi ke musala di dataran lebih tinggi.
“Kami semua panik, jadi memilih tidur di musala atas karena takut rumah ambruk,” katanya.
Hal senada disampaikan Sumiati, warga lain yang juga terdampak.
Ia menyebut retakan di rumah warga bervariasi, mulai dari beberapa sentimeter hingga hampir membelah lantai.
“Setiap hujan deras, kami langsung keluar rumah karena takut longsor. Anak-anak pun trauma,” ungkapnya.
Sedikitnya delapan rumah milik 10 KK mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah tersebut.
Hingga kemarin, warga masih menunggu tindak lanjut pemerintah.
“Bantuan belum ada. Kami hanya bisa pasrah, semoga segera ada perhatian,” ujar Warsini.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah segera melakukan peninjauan dan memberikan bantuan darurat.
Pasalnya, retakan di permukiman semakin melebar saat hujan mengguyur wilayah itu. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto