Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun menyiapkan tenda pengungsian bagi warga terdampak tanah retak di Dusun Morosowo, Desa Mendak.
Langkah cepat ini dilakukan setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengevakuasi sejumlah warga ke musala setempat.
Tenda berkapasitas sekitar 20 orang itu didirikan sejak Sabtu (1/11) untuk antisipasi hujan deras.
’’Tenda ini digunakan jika warga harus mengungsi mendadak, terutama saat curah hujan tinggi,’’ ujar relawan BPBD Kabupaten Madiun, Muhammad Wakhid.
Dari hasil pemantauan BPBD, retakan tanah di Morosowo membentuk huruf U sepanjang sekitar 500 meter.
Delapan rumah warga mengalami retak di lantai dan dinding.
’’Retakannya belum stabil. Kami imbau warga tetap waspada, terutama saat hujan lebat,’’ tambahnya.
Warga terdampak kini menyiapkan tas siaga berisi pakaian dan dokumen penting.
’’Kami hanya bisa berjaga-jaga, siapa tahu harus mengungsi sewaktu-waktu,’’ kata Sumiati, salah satu warga terdampak.
Masyarakat berharap pemkab segera memasang sistem peringatan dini untuk memantau pergerakan tanah.
’’Kalau ada alat deteksi, kami bisa cepat menyelamatkan diri,’’ harapnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto