Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan warga Desa Randualas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, memadati Balai Pertemuan desa untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Kamis (13/11).
Kegiatan di Madiun ini menjadi penutup rangkaian bakti sosial bertajuk Aksi Layanan Sehat LPS di tiga daerah Jawa Timur setelah Pacitan dan Ponorogo.
Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang Samsul Hidayat, hadir langsung dan menyampaikan bahwa antusiasme warga Madiun tidak kalah tinggi dibanding dua lokasi sebelumnya.
Meski lokasi tergolong jauh, ia menyebut tim LPS tetap bersemangat melayani masyarakat.
“Alhamdulillah, kalau saya lihat teman-teman sampai hari ini masih semangat, walaupun lokasinya agak jauh,” ujar Bambang.
“Dari sisi masyarakat juga, dari hari pertama sampai hari ini, antusiasmenya masih sangat tinggi,” lanjutnya.
Kegiatan di Randualas menargetkan 150 peserta, sehingga total penerima manfaat selama tiga hari mencapai 450 warga.
Selama kegiatan, Bambang menyempatkan berdialog dengan tenaga medis mengenai keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan.
“Memang asam urat itu cukup mendominasi,” jelas Bambang.
Selain itu, keluhan lain yang banyak muncul adalah tekanan darah tinggi, kolesterol, dan nyeri sendi pada lansia.
Tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, LPS juga memasukkan sesi edukasi keuangan.
Mengingat mayoritas peserta adalah lansia, edukasi dibawakan dengan cara interaktif dan ringan, termasuk memberikan kuis berhadiah.
“Kita membawakannya tidak seperti di kelas. Teman-teman Mas Ben dan Mas Ridho membawakannya dengan sangat baik lewat kuis-kuis,” ujar Bambang.
Cara itu terbukti efektif. Hampir seluruh peserta mampu menjawab pertanyaan seputar fungsi LPS dengan benar.
“Walaupun sudah sepuh-sepuh, mereka bisa menjawab dengan benar,” ucapnya.
Bagi warga yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan serius, LPS menganjurkan agar berkoordinasi lebih lanjut dengan puskesmas setempat. Untuk antisipasi kondisi darurat, sebuah ambulans juga disiagakan oleh panitia.
Kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan perangkat setempat ini diharapkan terus diperluas ke wilayah lain yang akses kesehatannya masih terbatas.
“Intinya kami ingin berkontribusi juga untuk kesejahteraan sosial masyarakat,” tutup Bambang. (*)