Jawa Pos Radar Madiun – Retakan tanah di Dusun Morosowo, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan semakin mendapat perhatian serius.
Tim kaji cepat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali meninjau lokasi, Sabtu (15/11), untuk memetakan perkembangan retakan menggunakan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR).
Tim datang dengan peralatan lengkap dan melakukan pemetaan detail.
“Kami memetakan lanjutan hingga tingkat per sentimeter dan cakupan luasan lebih luas,” ujar pakar geologi ITS Amien Widodo.
Rombongan akademisi itu juga meninjau langsung titik-titik retakan dan berkoordinasi dengan perangkat desa.
Amien menegaskan kondisi Morosowo membutuhkan perhatian lebih karena tingkat kerusakannya tergolong parah.
“Hasil kajian ini akan kami laporkan ke provinsi agar bisa segera ditangani mengingat potensi bahaya yang mengancam warga,” katanya.
Selain pemetaan, ITS memberikan sosialisasi mitigasi bencana kepada warga dan relawan BPBD.
Mereka menjelaskan faktor penyebab longsor, tanda-tanda pergerakan tanah, hingga langkah darurat yang harus diambil.
Tim juga memperagakan pembuatan sistem peringatan dini sederhana menggunakan pipa bertanda untuk memantau perubahan tanah harian.
“Alat ini murah, mudah dibuat, dan efektif memberi petunjuk dini pergeseran tanah,” jelas Amien.
Pemetaan lanjutan dilakukan dengan LiDAR dan drone untuk menghasilkan peta topografi akurat hingga satuan sentimeter, mencakup area sekitar 25 hektare.
Data presisi ini diharapkan menjadi dasar penanganan jangka panjang agar risiko longsor bisa diminimalkan.
“Ini penting untuk menentukan langkah mitigasi yang tepat,” tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto