Jawa Pos Radar Madiun – Setelah menerima rekomendasi sistem peringatan dini sederhana dari tim kaji cepat ITS, BPBD Kabupaten Madiun menyiapkan langkah mitigasi lanjutan untuk menghadapi pergerakan tanah di Dusun Morosowo, Desa Mendak.
Sejumlah titik retakan aktif menjadi prioritas pemasangan Early Warning System (EWS) pekan ini.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Madiun Fajar Lumaksono menyebut pemasangan EWS dilakukan bersama pemerintah desa untuk memantau perubahan tanah harian.
“Dalam minggu ini, EWS sederhana akan kami pasang di beberapa titik retakan yang berpotensi bergerak,” ujarnya.
BPBD bersama perangkat desa juga berencana mengembangkan dan memperbanyak alat EWS guna dipasang di wilayah lain yang berpotensi longsor.
Pihaknya tetap mengimbau warga terdampak untuk tinggal di titik pengungsian apabila hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko keselamatan mengingat kondisi tanah masih labil,” jelas Fajar.
Ia mengingatkan musim hujan masih berlangsung dan potensi longsor dapat meningkat kapan saja.
Warga diminta terus memantau kondisi lingkungan, terutama jika muncul tanda pergeseran tanah.
“Kami minta warga meningkatkan kewaspadaan karena cuaca saat ini tidak stabil,” imbuhnya.
Untuk mencegah pergerakan tanah makin parah, BPBD menyarankan retakan segera ditutup agar air hujan tidak masuk ke dasar retakan.
Cara sederhana itu diharapkan mengurangi kejenuhan tanah yang dapat memicu longsor susulan.
“Retakan perlu ditutup supaya tidak menjadi jalur masuk air,” tegasnya.
Diketahui, sekitar 10 rumah di Dusun Morosowo terdampak tanah retak.
Retakan muncul beberapa minggu terakhir setelah curah hujan intens di wilayah tersebut, membuat warga khawatir akan potensi longsor. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto