Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Semaraknya Festival Literasi 2025 Kabupaten Madiun: Sarat Event Kreatif, Demi Lahirkan SDM Berkualitas

Loditya Fernandes • Jumat, 21 November 2025 | 12:50 WIB
APRESIASI: Bupati Hari Wuryanto, Wabup dr Purnomo Hadi, Kepala Disperpussip Kus Hendrawan dan Wakil Ketua DPRD Mujono berfoto bersama pemenang apresiasi bidang perpustakaan.
APRESIASI: Bupati Hari Wuryanto, Wabup dr Purnomo Hadi, Kepala Disperpussip Kus Hendrawan dan Wakil Ketua DPRD Mujono berfoto bersama pemenang apresiasi bidang perpustakaan.

Jawa Pos Radar Madiun – Festival Literasi 2025 di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpussip) Kabupaten Madiun berlangsung semarak.

Gelaran tiga hari bertema “Masyarakat Cerdas, Unggul, dan Mandiri untuk Kabupaten Madiun yang Bersahaja” itu memuncak dengan pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Madiun kepada Ketua TP PKK Erni Hari Wuryanto.

Sejumlah apresiasi bidang perpustakaan turut diserahkan, mulai perpustakaan desa terbaik, perpustakaan sekolah terbaik, video konten literasi, lomba bertutur tingkat SD–MI, hingga akreditasi perpustakaan sekolah.

“Semoga dapat bermanfaat dan memberikan motivasi untuk terus maju pergerakan literasi di Kabupaten Madiun,” ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto. 

Rangkaian penutup juga diisi launching buku hasil bimtek kepenulisan sekitar 100 penulis lokal oleh Disperpussip.

Buku karya pelajar hingga ibu rumah tangga yang telah didaftarkan ke Perpusnas itu di-launching bupati bersama Wabup dr. Purnomo Hadi, bunda literasi, wakil ketua DPRD Mujono, dan kepala Disperpussip Kus Hendrawan. 

Diserahkan pula penghargaan untuk 10 organisasi perangkat daerah (OPD) dengan pengelolaan arsip terbaik.

Berikut dengan OPD dengan penyerahan arsip statis terbanyak dan arsip statis bernilai historis nasional tahun 2025.

Mas Hari Wur-panggilan akrab bupati- menegaskan pentingnya tertib arsip di seluruh perangkat daerah agar tidak mengulangi persoalan aset yang data awalnya tak terdokumentasi.

“Arsip itu perlu dan sangat perlu sekali. Kami berharap seluruh OPD tertib mengarsipkan supaya memudahkan generasi berikutnya,” tambahnya.

Mas Hari Wur juga menyampaikan capaian literasi daerah, termasuk Indeks Kegemaran Membaca di angka 78,39 yang menempatkan Kabupaten Madiun di peringkat empat se-Jawa Timur.

Pengelolaan arsip yang nyaris sempurna pada angka 97,4 persen. Tersisa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat yang butuh percepatan karena masih berada di angka 60.

‘’Makanya Bunda Literasi tugasnya berat sekali,” tuturnya 

Dalam Festival Literasi 2025 ini tamu undangan turut disuguhi penampilan juara lomba bertutur serta pemutaran video expose kearsipan dan hasil pengawasan kearsipan internal 2025.

Berikut kesenian dongkrek sebagai suguhan sambutan, atraksi pencak silat IPSI, band lokal, serta tari beksan parisuka dari sanggar karya Kabupaten Madiun. 

LITERASI: Bupati Madiun mengukuhkan Erni Hari Wuryanto sebagai Bunda Literasi Kabupaten Madiun.
LITERASI: Bupati Madiun mengukuhkan Erni Hari Wuryanto sebagai Bunda Literasi Kabupaten Madiun.

Usai seremoni, tamu undangan diajak meninjau stan pameran produk Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) desa-desa binaan Disperpussip.

Bupati menilai festival ini menjadi salah satu jalan memperkuat sumber daya manusia melalui budaya membaca dalam arti luas, termasuk membaca situasi, pengalaman, hingga perkembangan zaman.

Pihaknya juga mendorong pemerintah desa dan sekolah menjadikan literasi sebagai fondasi kemajuan daerah.

“Goal-nya supaya mendapatkan sumber daya manusia yang luar biasa dan tangguh. Dengan literasi, insyaallah tahun 2045 nanti Indonesia menjadi negara maju,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disperpussip Kabupaten Madiun Kus Hendrawan menjelaskan Festival Literasi 2025 merupakan gelaran perdana sebagai bagian pertanggungjawaban atas bantuan DAK non-fisik Perpusnas tahun 2024.

Dia menyebut kegiatan ini menjadi momentum transformasi dari paradigma lama menuju perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Menurutnya, setiap pengunjung merupakan aset penting bagi perpustakaan karena turut memperkuat promosi layanan.

“Kegiatan literasi, Festival Literasi ini adalah pertama kali kita,” ujarnya.

Kus merinci rangkaian festival selama tiga hari, mulai lomba mendongeng dan mewarnai untuk siswa SD pada hari pertama, hingga bincang publik dan kegiatan untuk Gen Z pada hari kedua.

Hari ketiga menjadi puncak penghargaan, pengukuhan Bunda Literasi, serta pameran produk TPBIS dari desa binaan.

Dia menekankan pentingnya TPBIS sebagai instrumen peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Sekarang ini ada meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. Itu yang terpenting,” ucapnya.

Produk UMKM hasil pelatihan TPBIS ikut dipamerkan sebagai bukti implementasi perpustakaan inklusif.

Kus menegaskan bahwa perpustakaan kini tidak hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga pusat pengembangan keterampilan, UMKM, dan literasi digital secara berkelanjutan.

Bahkan saat ini TPBIS Kabupaten Madiun mulai diperhitungkan di level nasional. “Kami tancap gas, insya Allah TPBIS Kabupaten Madiun, di Indonesia masih diperhitungkan,” tegasnya. (odi)

LITERASI: Bupati Madiun mengukuhkan Erni Hari Wuryanto sebagai Bunda Literasi Kabupaten Madiun.
LITERASI: Bupati Madiun mengukuhkan Erni Hari Wuryanto sebagai Bunda Literasi Kabupaten Madiun.
Editor : Mizan Ahsani
#perpustakaan #festival literasi #madiun