Jawa Pos Radar Madiun – Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Madiun menjalankan sejumlah program corporate social responsibility (CSR).
Seluruh program menitikberatkan pada pemberdayaan kelompok rentan, peningkatan ekonomi lokal, dan penguatan layanan sosial.
Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Madiun, Kadek Dwi Ariyanto, menyebut program CSR tahun ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Fokus kami bukan hanya bantuan sesaat, tetapi membangun kapasitas masyarakat agar mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Program paling menonjol tahun ini adalah pelatihan ecoprint bagi Panti Asuhan Anak Luar Biasa ’Asih’ Yayasan Arrazaq di Karangrejo.
Pelatihan lanjutan ini fokus pada teknik lanjutan pewarnaan, mordan AA (warna terang), dark shadow (warna gelap), serta penguatan kualitas produk agar layak pasar.
Sebanyak 15 peserta, termasuk 11 anak disabilitas, dilatih untuk memiliki keterampilan mandiri dan peluang kerja di masa depan.
“Harapan kami ecoprint bisa menjadi sumber penghasilan bagi anak-anak disabilitas,” ujar Kadek.
Yang juga tak kalah penting yakni pengadaan depo air minum dan isi ulang Tirta Asih.
Depo ini bertujuan memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari bagi Panti Asih maupun warga sekitar.
Fasilitas ini menjadi salah satu bantuan paling vital karena kebutuhan air berkualitas tinggi menjadi prioritas masyarakat.
Ketua Panti Asuhan ALB ’Asih’, Siti Riyadhol Badi’ah, menyatakan bahwa bantuan Pertamina berdampak langsung pada kemandirian panti.
“Kerja sama ini membantu pemenuhan kebutuhan anak disabilitas dan membuka peluang kerja yang sebelumnya sulit mereka dapatkan,” ujarnya.
Pertamina menegaskan program CSR akan terus berlanjut dan menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan berkelanjutan. (*)
Editor : Mizan Ahsani